#DCDCdreamworld Day 6: Ho Chi Minh Menarik Hati

#DCDCdreamworld Day 6: Ho Chi Minh Menarik Hati


Hari ke-6 tour #DCDCdreamworld dan hari ke-2 di Ho Chi Minh, Vietnam. Kami masih punya banyak pekerjaan untuk rekaman daily objects di kota ini, jadinya kita bangun pagi-pagi dan langsung mencari benda-benda yang bisa memiliki suara menarik. Kami berjalan kaki ke daerah Ben Thanh Market, di sana ada taman Cong Vien yang memiliki kursi-kursi ‘ajaib’. Setiap papannya menghasilkan bebunyian yang unik. Kami hampir menghabiskan 45 menit di taman ini, karena selain kursi, pagar di taman ini pun menghasilkan bebunyian yang unik.

Karena tanggung udah deket di Ben Thanh Market, kami pun hunting oleh-oleh sebentar. Lumayan dapet beberapa souvenir Vietnam yang berbau komunis, maklum, kami masih awam dengan simbol-simbol palu arit ini, jadi masih jadi barang buruan kami ketika ke Vietnam. Lanjut sound hunting ke Walking Street, ada beberapa tiang pembatas jalan yang berhasil kami rekam untuk materi melodis. Penasaran dengan keadaan Saigon River, kami memutuskan untuk mengitari sungai yang kotor ini.

Kapten perahu kecil ini meminta biaya 600,000 VND untuk keliling selama sejam di Saigon River. Kami menyambutnya dengan field recording dan eksplorasi suara di perahunya. Beruntung material kayu perahu ini berhasil kami tangkap dengan bebunyian yang menarik. Suasana di sungai ini pun cukup menarik hati, karena banyak perahu cargo dan tanker yang sedang beroperasi. Lumayan dapet sound-sound industrial. Tapi kalo ngomongin soal suangainya sih ya biasa aja, sama aja sih sama Citarum, kotor.
Waktu sudah menunjukan pukul 2:30 pm, saatnya kami harus kembali ke hotel dan menyiapkan semua peralatan kami untuk soundcheck. Setelah mandi super cepat, packing alat-alat dan mengganjal makan dengan wrap and roll khas Vietnam, kami pun berkumpul di lobby untuk bertemu Space360 dari Thailand. Beruntung kami tepat waktu semua, kami pun bergegas ke venue, Giant Step Gallery.

Venue ini sangat menarik, berada di sebuah lorong yang panjang, dikelilingi oleh concept store dengan berbagai barang unik, juga dihimpit oleh gedung pencakar langit. Suasana sore itu juga sangat sejuk, tidak seperti biasanya, panas. Space360 mengambil alih panggung untuk soundcheck, setelahnya kami menguasai panggung dan soundcheck berjalan sempurna. Tidak ada waktu yang panjang untuk jalan-jalan, akhirnya kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di venue hingga acara dimulai. Tepat jam 9 malam, Jase Nguyen sebagai local artist mengusai panggung. Dia memainkan lagu-lagu downtempo yang berhasil memancing penonton untuk berkumpul mendekati stage. Salah satu hal yang cukup heran adalah, kenapa penonton di sini tampak santai-santai duduk dan berbincang di pinggir. Tidak seperti biasanya, penonton selalu ‘buas’ mengacak-ngacak lantai dansa seperti 2 tahun yang lalu.

Akhirnya keheranan tersebut terjawab ketika jam 10:15 pm giliran kami bermain. Penonton-penonton antusias dan merespon dengan seruan-seruan positif kepada kami. Ternyata mereka memang datang untuk menunggu permainan kami. Tidak menyapa lama, kami langsung memainkan lagu-lagu kami dan disambut dengan positif oleh penonton. Cerita tentang kami dari mulut ke mulut berhasil mengumpulkan banyak foreigner yang sedang liburan untuk datang ke venue. Di lagu Boredom and Freedom, Jacob Jung dan Morning Tea, trio contemporary dance arahan Jenny Luu menguasai sebagian area stage. Mereka merespon lagu-lagu kami dengan gerakan-gerakan yang kompleks. Sambil memainkan lembaran kain-kain tipis, penari mengikuti alunan-alunan musik yang kami mainkan.

Set lagu yang kami mainkan hampir 1 jam lebih 30 menit berhasil dibawakan dengan lancar. Penonton pun memberikan apresiasi yang positif, selalu menarik hati untuk terus menerus memainkan lagu-lagu kami. Hingga lagu terakhir, teriakan beberapa penonton untuk encore sayangnya tidak bisa kami berikan. Waktu perform Space360 sedikit tercuri oleh kami, akhirnya kami pun mengakhirinya dengan memberikan panggung kepada Space360. Tidak sempat menikmati lama permainan dia, kami banyak berbincang dengan penonton yang hadir. Banyak teman-teman baru dan lama berbagi cerita-cerita menarik tentang permainan kami.

Tidak terasa, Space360 sudah di set terakhir, dan terkejut dengan waktu yang sudah menunjukan pukul 1 pagi, kami pun bergegas untuk packing dan segera pulang. Jadwal penerbangan selanjutnya adalah jam 7:10 pagi, artinya kami tidak bisa lama di venue, dan langsung dengan jurus hilang cepat kami pun pulang menuju hotel. Tiba di hotel, beberapa di antara kami melakukan packing, transfer data dan saya menulis diary ini sambil saling berbincang tentang acara tadi. Senyuman dan tertawa lepas tercipta di kamar kami. Ho Chi Minh selalu menarik hati, suasana yang santai dan orang-orang yang ramah dan penonton yang atraktif selalu menjadi memori indah. Kami akan kembali lagi ke kota ini, secepatnya. ***

Photo by Habsi Mahardicha

 

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.