Proses Kreatif: Cerita di Balik Lagu “Perjalanan”

Proses Kreatif: Cerita di Balik Lagu “Perjalanan”


Sekilas dengarkan lagu berjudul "Perjalanan" yang dinyanyikan ulang oleh saya bersama Band Sarasvati. Jika diintip dari lirik lagu, sebenarnya lagu itu tak ubahnya lagu tentang kerinduan seorang ibu terhadap anaknya yang telah tiada. Bukan sesuatu yang menakutkan, apalagi berhubungan dengan hal mistis. Tidak sama sekali. 

Lagu ini diciptakan oleh Franky Sahilatua, dan dinyanyikan oleh adiknya Jane Sahilatua. Salah jika menganggap lagu itu adalah lagu yang diciptakan oleh saya untuk Sarasvati. Awalnya saya mendengar kembali lagu ini lewat seorang teman, lantas kemudian ingat bahwa kedua orangtua saya sangat menggemari karya Franky & Jane khususnya lagu berjudul “Perjalanan”. Akhirnya, saya meminta ijin pada pihak pencipta lagu dan voila! Mendiang Om Franky memberikan ijinnya.

Seorang sahabat bernama Hendy Unyil, keyboardis band The Milo, membantu saya mengaransemen ulang lagu ini hingga akhirnya masuk ke dalam album Story Of Peter milik Sarasvati. Rupanya aransemen Unyil digabungkan dengan suara saya berhasil mencipta sebuah karya yang terkesan baru. Lagu perjalanan versi Sarasvati terdengar menjadi sangat mistis. Orang sering berasumsi bahwa lagu ini bersangkutan dengan suatu hal yang gelap, dan menakutkan. Saya sering ditanyai soal makna di balik lagu perjalanan. Jawaban saya sederhana, ini adalah lagu milik Franky & Jane, dan saya menyanyikan ulang sebagai hadiah untuk kedua orangtua saya yang sangat mendukung karir saya dalam bermusik. 

Namun rupanya orang tak cukup puas dengan jawaban sesederhana itu. Tetap berusaha mengorek tentang adakah hal mistis dibaliknya? Karena konon setiap Sarasvati membawakan lagu itu di saat manggung, ada kesan mistis yang membikin bulu kuduk mereka berdiri. Rupanya, pertanyaan-pertanyaan ini pula yang akhirnya menarik energi dari luar sana untuk memahami nada lagu berjudul perjalanan.

 

Dengan kereta malam ku pulang sendiri

Mengikuti rasa rindu pada kampung halamanku

Pada ayah yang menunggu, pada ibu yang mengasihiku

 

Duduk di hadapanku seorang ibu

Dengan wajah sendu, sendu kelabu

Penuh rasa haru dia menatapku

Penuh rasa haru ia menatapku seakan ingin memeluk diriku

 

Ia lalu bercerita tentang anak gadisnya yang telah tiada

Karena sakit dan tak terobati yang wajahnya mirip denganku

 

Duduk di hadapanku seorang ibu

Dengan wajah sendu, sendu kelabu

Penuh rasa haru dia menatapku

Penuh rasa haru ia menatapku seakan ingin memeluk diriku

 

Ia lalu bercerita tentang anak gadisnya yang telah tiada

Karena sakit dan tak terobati yang wajahnya mirip denganku

Yang wajahnya mirip denganku

 

Tak ada yang menyeramkan dari kutipan kata demi kata perangkai lirik lagu perjalanan ini. Namun setelah sekian lama menyanyikan lagu ini, akhirnya ada juga sesuatu yang muncul. Ya, salah satu dari mereka yang biasa kalian sebut… "Hantu".

Jika dalam lirik yang sebenarnya menceritakan tentang cerita kerinduan seorang Ibu terhadap anaknya yang telah meninggal dunia, kali ini yang mendatangi saya adalah sosok perempuan muda yang konon meninggal karena sakit.  Ada hal yang membuatnya begitu suka pada lirik demi lirik pada lagu “Perjalanan”. Baginya, lagu Perjalanan seolah menggambarkan bagaimana perasaan sang ibu terhadap dirinya yang harus pergi tanpa sempat mengucap kata maaf ataupun pamit.

 

"Aku sakit, tapi tak tahu akan sesakit ini. Kupikir mati akan menyembuhkanku, tapi jeritan kesedihan Ibuku memanggilku untuk tetap bertahan menjaganya... Meski tak sekalipun dia bisa melihatku".

 

Sambil menangis dia hadir tiba-tiba, mengganggu malam saya, mengalihkan rasa kantuk yang sempat menyergap di suatu malam. Takut, tentu saja. Tapi kata-kata yang keluar dari bibirnya membuat rasa takut itu diam-diam bermetamorfosa menjadi rasa kasihan, juga haru. "Lagumu terdengar sangat menyayat hati..." Begitu lanjutnya. Saya anggukan kepala dengan tubuh gemetar.

Tak hanya kali ini saya didatangi oleh mahkluk seperti dia. Tapi mungkin untuk kesekian kalinya saya dibuat trenyuh oleh cerita yang dia tuturkan, meski saya tak yakin dia berkata jujur atau hanya mengarang. Belakangan, dia sering hadir saat saya mulai menyanyikan lagu ini. Tak ikut bernyanyi, dia hanya terdiam seolah sedang meresapi lirik demi lirik.

Tangisan ibunya kerap mengganggu, membuat perempuan ini tak sanggup untuk beranjak. "Rasanya lebih menyakitkan dari rasa sakitku ketika dulu masih hidup", begitu ucapnya. "Ibuku sudah renta, dan tak ada satupun manusia di dekatnya." Terkadang dia memohon pada Tuhan agar segera membawa ibunya pulang. Menyakitkan mendengarnya, membuat suasana jadi benar-benar mencekam.

Sekarang, saat kalian kembali bertanya kepada saya apakah ada cerita mistis dibalik lagu ini? Mungkin saya akan menciptakan sisi lain setelah lagu ini ada.... tentang rindu, tentang kesedihan.

Saya sertakan link lagu Perjalanan versi Franky & Jane, dan versi Sarasvati. Klip diambil dari Youtube, bukan video klip Official.

       
Risa Saraswati

Partime singer, partime writer, & partime ghosthunter

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.