Serunya Menjajal Banyak Genre di Proyek Musik

Serunya Menjajal Banyak Genre di Proyek Musik

Semakin banyak warna musik yang kita eksplor maka akan semakin mengasah  kemampuan seorang musisi untuk menggabungkan pemikiran filosofis dengan musik yang dihasilkannya

Kreativitas menjadi suatu keharusan bagi musisi. Namun kreativitas tersebut tidak jarang bisa terhalang dengan ‘pakem’ yang dibuat si musisinya itu sendiri. Dalam konteks sebuah band misalnya. Mungkin ada diantara band-band tersebut yang kemudian terkenal dengan kekhasan warna musiknya. Misalnya saja rock. Misal ada sebuah band yang terkenal dengan kekhasan warna musik rock-nya. Namun terkadang kekhasan warna musik tersebut ternyata tidak selalu mewakili warna atau ciri dari semua personilnya. Tidak menutup kemungkinan juga ada salah satu personil lain yang ingin bereksplorasi membuat warna musik berbeda dari yang biasa dia buat di bandnya tersebut. Beberapa diantaranya menyikapi hal itu dengan membuat proyek musik sampingan yang dinilai bisa menampung kreativitasnya di luar band. Saya termasuk yang mengamini hal tersebut. Dan karena hal itu pula lah lahir band Kalamesa dan grup hip hop Nockback.

Bagi saya, ketika seorang musisi mampu menjelajahi berbagai genre musik, dari rock hingga hip hop, adalah contoh sempurna dari keberagaman dan kreativitas dalam dunia musik. Kemampuan untuk bertransisi dari satu genre ke genre lain menunjukkan pemahaman tentang berbagai aspek musik. Ini tidak hanya tentang teknik bermain alat musik atau komposisi, tetapi juga tentang memahami dan mengapresiasi nuansa budaya dan emosional dari setiap genre.

Selain itu, semakin banyak warna musik yang kita eksplor maka akan semakin mengasah  kemampuan seorang musisi untuk menggabungkan pemikiran filosofis dengan musik yang dihasilkannya. Ini adalah bukti bahwa musik di tangan seorang musisi yang punya passion besar dalam mengolah musik akan menjadi medium yang sangat kuat untuk ekspresi pribadi dan interaksi sosial.

Selain itu, saya juga mengamini jika musik adalah bahasa universal yang terus berevolusi. Setiap proyek, setiap lagu, dan setiap kolaborasi adalah sebuah cerita, sebuah jendela ke dalam jiwa musisi, yang menawarkan pandangan yang unik dan berharga ke dalam kompleksitas emosi manusia dan pengalamannya. Di dunia musik yang serba cepat dan selalu berubah, beberapa musisi bisa menjadi menonjol karena kemampuannya beradaptasi dalam berbagai genre musik.

Eksplorasi yang dibarengi dengan keinginan kuat untuk terus mendobrak batasan atau pakem-pakem dalam musik diakui atau tidak akan menjadikan musisi tersebut punya pengaruh dan warisan yang kuat untuk generasi setelahnya. Pendekatan musisi terhadap genre yang beragam tidak hanya mengubah cara ia membuat musik tetapi juga mempengaruhi banyak musisi lain. Dengan menunjukkan bahwa batasan genre dapat ditekuk dan bahkan dihapus, ia telah membuka jalan bagi generasi musisi yang datang setelahnya untuk bereksperimen dan mengekspresikan diri mereka dengan cara yang baru dan menarik. Tentu tidak akan ada musik punk jika tidak ada yang berani mendobrak batasan rock n roll, dan tidak akan ada rock n roll jika tidak ada yang berani mendobrak blues misalnya.

Tapi bukan berarti membuat banyak proyek musik membuat seorang musisi lupa akan ‘rumahnya’. Saya pikir perlu juga sebuah ‘rumah’ tempat dia kembali setelah berpetualang dengan warna lain di luar yang biasa dia mainkan. Mungkin akan menyenangkan jika melihat Mick Jagger menyanyikan lagu reggae atau ngerap di salah satu lagu hip hop misalnya. Tapi tentu kita tahu jika beliau akan selalu pulang ke bandnya, The Rolling Stones. Atau bayangkan James Hetfield memainkan musik country ketika mengambil cuti dari tur panjang Metallica misalnya. Semuanya sah saja dan tidak ada salahnya. Selama itu dilakukan atas nama eksplorasi musik rasanya semua terasa fun fun saja.

Yang menyenangkan dari beberapa proyek musik ini adalah perlakuan yang berbeda dalam setiap proses kreatifnya. Apalagi jika secara musik berlainan dengan yang biasa kita mainkan. Tentu cara yang saya pakai di Kalamesa akan berbeda dengan cara yang saya pakai di Nockback. Ditambah karena beberapa proyek musik ini juga melibatkan orang lain, tentu input dan outputnya juga akan berbeda pula. Tapi justru disitulah letak serunya.

Musik seharusnya bisa membebaskan seorang musisi untuk berkreativitas. Jika kebetulan kamu adalah salah satu personil dari band yang kadung dikenal lantaran warna musiknya, saya pikir tidak ada salahnya melipir sebentar untuk membuat proyek musik di luar band itu. Kadang hal itu berguna untuk me-refresh pikiran menemukan ide-ide seru lainnya untuk diaplikasikan.

BACA JUGA - Musisi dan Hiatus: Sebuah Pencarian Makna dan Kreativitas

Sungkeh

Elang Mulya Utama atau dikenal dengan moniker Sungkeh, merupakan seorang musisi yang menggawangi beberapa kolektif/grup musik, dari mulai Kalamesa hingga Nockback. 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner