Proses Kreatif: Cara Menyimpulkan Judul Lagu Instrumental

Proses Kreatif: Cara Menyimpulkan Judul Lagu Instrumental


Beberapa kali dihadapkan pada pertanyaan, “Bagaimana cara memberikan judul di lagu kalian? Sedangkan lagu tersebut tanpa lirik”. Bagi banyak orang, mungkin proses ini cukup membingungkan atau mungkin juga membuat penasaran bagaimana prosesnya. Memang umumnya lirik pada sebuah lagu bisa menjadi acuan yang baik untuk menceritakan tentang sesuatu di balik lagu yang diciptakan. Judul lagu, bisa jadi panduan untuk mencerna cerita dan lirik yang ada di lagu tersebut. Namun, tanpa lirik, bagaimana proses menyimpulkannya?

Saya merasakan bahwa musik, atau secara spesifik, lagu, dibentuk oleh beberapa mood yang terbagi-bagi dan bersatu dalam kesatuan lagu. Jadi, ketika hanya mendengarkan musiknya saja, saya bisa ikut merasakan sedih, gembira, tenang, senang, marah, pusing dan lain-lain. Jadi, secara tidak langsung, saya bisa menangkap pesan-pesan yang ingin dicoba disampaikan oleh pencipta lagu tersebut dalam sebuah atmospheric lagu. Setidaknya, ada suasana dan mood yang cukup tergambarkan dari lagu tersebut. Lalu, ketika kita melihat atau membaca judul yang ada di lagu tersebut, saya dengan mudah dapat menyederhanakan tema yang sedang diangkat lalu dihubungkan dengan mood yang terbentuk.

BACA JUGA - 10 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Melakukan Tur ke Luar Negeri

Ambil contoh, ketika saya mendengarkan lagu “Ce Matin La” milik Air, yang merupakan lagu instrumental, saya bisa merasakan ketenangan, bisa terbentuk senyum yang merekah, bisa timbul kebahagiaan. Padahal lagu tersebut tidak mengandung lirik-lirik yang eksplisit ataupun implisit tentang ketenangan, senyuman, dan lain-lain. Setelah mengetahui arti dari “Ce Matin La” adalah “that morning”, saya menyimpulkan bahwa Air mencoba menyampaikan sesuatu yang indah dari satu momen di pagi hari, sesuatu yang menyenangkan, yang positif yang bisa membuat pendengar bisa memiliki mood yang lebih baik. Mengesampingkan tujuan dan maksud sebenarnya dari Air, namun dalam proses tersebut terdapat komunikasi yang luar biasa bagi saya.

Pengalaman pemaknaan tersebut, saya terapkan dalam proses penulisan lagu-lagu instrumental. Saya memiliki dua cara yang biasa dilakukan, yang pertama yaitu visualisasi dan yang kedua yaitu ekspresi.

Visualisasi
Proses visualisasi yang biasa saya lakukan yaitu berdasarkan penulisan lagu yang tanpa memunculkan kesan di awal penulisan. Jadi biasanya judul lagu lewat visualisasi ini lagu-lagu yang ditulis mengalir begitu saja, tidak ada kesan-kesan tertentu yang ingin dibentuk di awal dan hanya berbentuk aliran energi kosong. Artinya lagu yang diciptakan tanpa adanya tema di awal. Oleh karena itu, untuk membentuk energi di dalamnya, saya melakukan visualisasi dengan cara mengurung diri di dalam ruangan, menggelapkan cahaya atau memejamkan mata lalu berimajinasi, membayangkan tentang gambaran sesuatu yang muncul di imajinasi ketika mendengarkan lagu yang ditulis tersebut.

Proses ini semacam meditasi dengan lagu yang diciptakan sendiri, gambar, atau adegan apa yang muncul. Tapi tidak jarang juga saya memberikan kesempatan yang sama kepada orang lain untuk melakukan visualisasi pada lagu yang saya tulis, dan ajaibnya, sering banyak kesamaan tentang satu gambar yang muncul dari lagu tersebut. Salah satunya adalah lagu “Slow Mo Smile” yang ditulis tahun 2007, visualisasi tersebut memunculkan adegan orang-orang yang tersenyum secara slow motion. Lalu dengan mudah saya simpulkan judul lagu tersebut “Slow Mo Smile”.

Ekspresi
Langkah ini diawali dengan adanya ide atau pesan yang ingin disampaikan. Jadi ketika proses penulisan lagunya sudah muncul tema-tema yang ingin dibentuk dan disampaikan. Sebenarnya langkah ini bisa jadi lebih mudah dan cepat bagi saya untuk proses penciptaan lagunya, karena bisa menulis dan mengeksplor sesuatu dari tema yang sudah ada. Misalnya, judul lagu “Love Saturday”, lagu ini memang berlatar tema yang sudah ada, yaitu ingin menyampaikan suatu momen perayaan hari Sabtu, yang dianggap menjadi hari yang paling menyenangkan, hari yang berarti untuk melakukan segala hal yang kita inginkan, sehingga ada suatu perasaan cinta pada hari Sabtu tersebut. Dari tema tersebut, lalu muncul lah bentuk dan suasana lagu seperti “Love Saturday” tersebut yang cenderung membuat mood bahagia. Oleh karena itu, proses ekspresi ini menjadi proses lain untuk menyimpulkan judul lagu, bahkan bisa membantu proses penulisan lagu sekalipun.

Images: PerlSelf Catering ScotlandFlipboard

       
Anggung Suherman

Writer
New Media Artist
Song Writer
Traveller

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.