Meyakini Awal Mula Mencuatnya Pop Punk Di Indonesia

Meyakini Awal Mula Mencuatnya Pop Punk Di Indonesia

Sumber foto : DeZaun Olive

Setidaknya ada dua faktor yang diyakini berpengaruh terhadap popularitas pop punk di Indonesia

Seluk beluk tentang punk, termasuk identitas yang melekat beserta kebudayaanya memang selalu menarik apabila dikulik, mengingat banyak sekali catatan penting yang berhubungan dengan musik secara global. Salah satu subgenre dari punk yaitu pop punk telah masuk ke tanah air dan banyak digandrungi kaum remaja, baik itu di perkotaan hingga ke sudut-sudut sempit menjalar ke daerah lainnya. Beberapa catatan musik yang menyinggung secara spesifik mengenai subgenre ini masih tergolong minim, atau mungkin masih sebatas ulasan mendasar. Beberapa catatan tentang pop punk banyak ditulis dalam bentuk artikel yang dimuat melalui blog pribadi diantaranya memaparkan bagaimana subgenre ini masuk ke Indonesia.

Jika kita tilik dulu bagaimana subgenre ini berkembang di kancah musik global, sepertinya akan bermuara ke salah satu band asal Manhattan Beach, California Amerika Serikat. Descendant dianggap mempelopori musik pop punk melalui tema musik yang mereka angkat, yang kala itu kontras dengan band-band punk lainnya yang identik dengan tema politik ataupun perlawanan. Dengan tema dan gaya musik yang mereka coba ditawarkan seperti berbicara hal-hal unik dari mulai topik seputar humor, makanan dan minuman, topik tentang jatuh cinta, masa-masa remaja hingga lebih spesifik seperti tentang skateboard. Musik yang mereka tampilkan disinyalir merupakan perpaduan antara unsur rock, surf, pop, punk hingga new wave. Dengan musik yang tergolong cepat dan agresif, namun Descendant tetap menciptakan musik yang melodic. Topik yang mereka angkat pun begitu banyak menarik perhatian muda-mudi di masa-masa beranjak menuju dewasa.

Jika Descendant membidani sub-genre punk ini hingga populer ke seluruh penjuru amrik saat itu, kemudian dengan cepatnya menyebar ke belahan dunia lainnya, lantas bagaimana subgenre ini bisa bersarang di telinga-telinga muda-mudi lokal kita. Disimak dari beberapa sumber yang dimuat dalam bentuk tulisan dan dipublikasikan melalui blog pribadi. Setidaknya ada dua faktor yang diyakini berpengaruh terhadap popularitas pop punk di Indonesia. Pertama adalah keberhasilan band-band pop punk yang meraih popularitas secara masif menembus layar kaca di era tahun 2000an awal, dan yang kedua lawatan band asal Amerika yang mengamini subgenre ini pula yaitu Greenday di tahun 1996.

Geliat subgenre dari punk ini kembali mencuat setelah keberhasilan secara komersial beberapa band seperti Blink 182, Greenday, Sum 41 yang meraih popularitas di kancah mainstream. Bahkan terang-terangan musik mereka diperkenalkan dan video klip mereka diputar melalui media televisi. Popularitas melambung drastis, tour mancanegara, album terjual hingga jutaan copy, wawancara di berbagai media baik itu cetak maupun televisi merupakan puncak dari kesuksesan band-band pop punk kala itu pada medio 90an akhir hingga 2000an awal yang kemudian banyak mempengaruhi geliat musik di dalam negeri.

Billie Joe, Mike Dirnt dan Tre Cool melibas panggung area indoor JCC, Jakarta Februari 1996. Seperti yang dimuat di majalah Hai saat itu, aksi mereka di Jakarta banyak menuai kontra pasca kejadian yang cukup chaos dengan berbagai kerusuhan serta maraknya aksi penjambretan. Penampilan trio beringas itu dengan gaya khas yang urakan cukup banyak meraih atensi para penonton yang menebus tiket penjualan seharga 60 ribu. Singgah nya Greenday menginjak panggung musik lokal lantas cukup menarik minat penggemar musik lainnya kala itu, setidaknya lawatan mereka banyak mempengaruhi arah maupun gaya bermusik para penggemar musik di dalam negeri saat itu atau mungkin bahkan di era sekarang.

Dua faktor yang menjadi catatan penting ini memantik popularitas band-band pop punk di Indonesia yang mencuat di era 2000an awal. Rocket Rockers, Nudist Island, Buckskin Bugle, Close Head, Sendal Jepit kemudian Pee Wee Gaskins, Last Child lalu ada Stand Here Alone adalah beberapa nama yang mengambil bagian membentuk gelombang masif khususnya ranah musik pop punk di Indonesia.

BACA JUGA - Menelisik Sejarah Indie Pop di Indonesia

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner