Februari Ini, Juicy Luicy diseret ke Meja Persidangan!

Februari Ini, Juicy Luicy diseret ke Meja Persidangan!

Juicy Luicy tengah naik daun. Bersamaan dengan itu, mereka juga harus menerima konsekuensi dan bertanggung jawab atas maraknya telinga yang menikmati karya mereka. Juicy Luicy kemudian tidak luput untuk menjadi target selanjutnya untuk diseret ke Pengadilan Musik.

Hadir di Bandung tahun 2012, sekelompok pemuda yang menamai kumpulan mereka dengan nama Juicy Luicy. Identitas ini muncul bermula dari adik-kakak Denis dan Julian yang hobi memainkan musik dengan irama pop/jazz dengan kemampuan yang mumpuni. Mereka kemudian berkolaborasi, juga menambah beberapa nama lainnya untuk melengkapi Juicy Luicy dan mulai menciptakan karya mereka sendiri.

Lagu “Kini Nanti dan Selamanya”, “Mulai Berjalan” dan “Bebaskan” berhasil mereka rekam dengan format akustik dan dijadikan single promosi mereka. Dengan bermodalkan tiga lagu tersebut, mereka lebih berani untuk mempromosikan band mereka dengan cara independen. Musik yang mereka mainkan semakin variatif dan eksploratif, di mana selain pop, hadir juga sentuhan warna musik soul, funk, groove, R&B, hingga jazz, yang selanjutnya mereka menamai warna musik mereka dengan sebutan Motown. Album perdana Juicy Luicy berjudul Dansa Malam berhasil dirilis di tahun 2013, dengan lagu ”Terjebak Persahabatan” dan “Sabtu Malam Sendiri” yang menjadi jagoannya.

Di sepanjang perjalanan Juicy Luicy, mereka juga mengalami perubahan personil. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka patah semangat. Nyatanya, mereka tetap berkarya, ditambah lagi mereka semakin terdengar namanya pasca resmi bergabung dengan E-Motion Entertainment. Lagu “Aku Cinta Dia yang Cinta Pacarnya” (2015), “Terlalu Tinggi” (2016) dan “Tanpa Tergesa” (2018) menjadi andalan Juicy Luicy untuk turut mewarnai kancah musik Indonesia. Respon positif mereka dapatkan di mana-mana, terutama lewat single terakhir mereka, “Tanpa Tergesa”. Juicy Luicy berhasil merajai chart di berbagai radio di Indonesia, terutama di daerah Jawa Barat.

Namun, belum tentu keberhasilan Juicy Luicy dalam memikat pasar akan juga berhasil memikat para Jaksa Penuntut. Di edisi yang ke-30, Pengadilan Musik memanggil Juicy Luicy untuk diadili. Topik utamanya adalah membuktikan kelayakan musik Juicy Luicy untuk dikonsumsi khalayak umum.

Pengadilan Musik adalah salah satu program dari DjarumCoklat Dot Com (DCDC) yang secara rutin mengundang dan mengkaji materi-materi dari band-band tanah air yang aktif dalam membuat karya. Lewat program ini, mereka akan menyandang predikat sebagai terdakwa, dan harus menghadapi berbagai tuntutan yang dilontarkan oleh Jaksa Penuntut. Jika mereka berhasil berbicara atas nama karya, terdakwa akan bebas dari tuntutan dan materi mereka akan dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh publik.

Juicy Luicy akan diadili di Pengadilan Musik pada 22 Februari 2019 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No. 8A, Bandung. Mereka akan diadili oleh dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Kursi Pembela akan ditempati oleh Yoga (PHB) dan Ruly (Pasar Barang Antik Cikapundung). Pengadilan akan dipimpin oleh seorang Hakim yaitu Man (Jasad) dan jalannya persidangan akan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

Pengadilan Musik dapat disaksikan secara langsung dengan melakukan booking passport di DCDC Passport atau melalui live streaming. Kedua fasilitas untuk menyaksikan Pengadilan Musik tersebut dapat diakses melalui situs DjarumCoklat Dot Com (DCDC).

BACA JUGA - Satu Kecupan Di Pipi Hakim, Membuat Danilla Terbebas Dari Tuntutan

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner