"Tyranation”, Album Terbaru dari DeadSquad


Setelah sepuluh tahun malang melintang di dunia musik metal Indonesia, DeadSquad kembali merangsek masuk menghiasi skena bawah tanah dengan album terbaru yang bertajuk “(Behind the Wall of) Tyranation” atau singkatnya “Tyranation”. Album ini merupakan album ketiga yang berhasil dihasilkan oleh DeadSquad, sang band death metal asal ibukota. Banyak hal baru yang DeadSquad tawarkan untuk para “Pasukan Mati” di album teranyar yang dirilis di akhir Oktober 2016.

Menurut penuturan dari Daniel (Vokal), proses penggarapan “Tyranation” dilaksanakan di tiga studio yang berbeda, yaitu di daerah Jakarta Timur, Ciganjur, dan Cinere. Album ini pun melibatkan banyak pihak, seperti Stephan Santoso (Musikimia) untuk urusan tatasuara, Adam Joswara (Kubik/Koil) untuk urusan sampling, sound effect, dan synth, Gilang Praver Art untuk urusan artwork, hingga beberapa musisi ternama seperti Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Coki Bollmeyer, dan Sudjiwo Tedjo.

Album ini  merupakan album dengan eksekutor yang juga baru. Selain formasi yang diperkuat oleh Stevi Item (Gitar), Andyan Gorust (Drum), dan Daniel (Vokal), “Tyranation” merupakan debut album bagi Alan sebagai pencabik bass yang bergabung dengan DeadSquad sejak dua tahun yang lalu. Karis (Burning Legion) pun digaet untuk membantu mengisi kekosongan di bagian gitar.

Hal terbaru lainnya yang ditawarkan oleh DeadSquad dalam “Tyranation” adalah album ini merupakan pengembangan dari dua album terdahulunya, yaitu “Horror Vision” dan “Profanatik”. Lalu, mereka pun terinspirasi dari “the Shape of Punk to Come” milik Refused yang memadukan unsur sampling sehingga album ini tidak akan menjadi album death metal yang “biasa”.

 

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.