About

SPECIAL PROGRAM : DCDC SUBSTEREO

Program radio Substereo dikenal sebagai corong aktif yang banyak mempromosikan band-band indie di Indonesia, terutama Kota Bandung. Program radio yang dimiliki oleh OZ radio Bandung yang sudah dikenal hampir sekitar satu dasawarsa ini tentu selalu menjadi alternatif di tengah minimnya dukungan media musik terhadap musik independen. Bayangkan hampir satu dekade lalu, saat radio-radio lebih memilih musik-musik mainstream dan Top 40, tak ada radio yang berani untuk memutar lagu-lagu dari jalur yang berbeda. Di Bandung dulu dikenal radio GMR yang legendaris itu yang selalu mendukung musik independen. Namun, selepas itu hampir dikatakan tidak ada. Kemudian Substereo membangkitkan semangat itu seperti halnya acara Peel Session (sebuah program radio di BBC Inggris) yang memiliki konsep serupa untuk mendukung perkembangan musik independen.

Substereo banyak memutar lagu-lagu yang tak banyak diputar di radio-radio lainnya. Mereka juga selalu mendukung dengan mengundang band-band indie yang mungkin tak punya banyak kesempatan untuk masuk di program tv pagi. Format yang disajikan oleh Substereo berupa talkshow dan live session yang seru untuk dinantikan. Kolaborasi antara Substereo dengan DCDC diharapkan dapat memberikan ruang-ruang baru berupa regenerasi untuk para musisi indie yang memang selama ini belum atau tidak mendapat tempat di media-media besar lainnya. Karena regenerasi ini menjadi penting dan kata kunci agar iklim kreativitas di Kota Bandung terus berdenyut. Setiap minggunya kolaborasi antara DCDC dan Substereo menghadirkan band-band baru yang akan tampil unjuk gigi dan membuktikan kualitasnya. Jadi silakan simak program DCDC Substereo setiap hari Selasa pukul 21.00 sampai 23.00 dan juga bisa disimak lebih lanjut di: www.djarumcoklat.com

Episode 32: The Jansen

Episode 32: The Jansen

The Jansen memulai karir musiknya sejak 2015 silam dengan mengusung genre musik bernuansa Punk.

Episode 31: Afternoon Say

Episode 31: Afternoon Say

Kemunculan Afternoon Say dimulai sejak tahun 2012.

Episode 30: Alone At Last

Episode 30: Alone At Last

Warna musik dari Alone At Last kian mengalami perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan karya mereka sebelumnya.

Episode 29: Okky Chandra

Episode 29: Okky Chandra

Musik folk berbalut dengan gloomy-nya ala post-rock.

Episode 28: The Pepper Fight

Episode 28: The Pepper Fight

The Pepper Fight memiliki musik yang bernuansa seperti 60’s rock, 70’s disco, 80’s heavy metal, 90’s grunge, dan 00’s grunge revival.

Episode 27: Lewd Leopard

Episode 27: Lewd Leopard

Kecepatan tempo, riff yang kasar dan membising adalah ciri khas mereka dalam menyampaikan pesan kepada pendengarnya.

Episode 26: Ka Awang-Awang

Episode 26: Ka Awang-Awang

Kaawang Awang memberikan suguhan musikalitas yang cukup baik, terutama pada saat permainan bangsing dan suling-nya.

Episode 25:  70's OC

Episode 25: 70's OC

Episode 24: Saptarasa

Episode 24: Saptarasa

Kehadiran Saptarasa dapat dikatakan cukup berbeda dibandingkan beberapa band Shout Out&nbsp..

Episode 23: My Violance Morning

Episode 23: My Violance Morning

Perjalanan My Violainé Morning, telah dimulai sejak tahun 2004 silam yang juga merupakan..

Episode 22: Mooner

Episode 22: Mooner

Proyek musik Mooner diusung oleh para musisi yang cukup bertalenta.

Episode 21: Radakbanu

Episode 21: Radakbanu

Dalam karir proyek musiknya, RadakBanu mengusung aliran Funk Freak Folk.

Episode 20: Heals

Episode 20: Heals

Grup musik shoegaze asal Bandung, Heals, yang beranggotakan  Alyuadi Febryansyah..

Episode 19: The Godmother

Episode 19: The Godmother

The Godmother terbentuk sejak tahun 2009 silam di Kota Bekasi.

Episode 18: Crimson Diary

Episode 18: Crimson Diary

Sejak awal mula terbentuknya pada Agustus 2009 di Malang, Jawa Timur, band alternatif rock Crims..

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.