Karmahn

Perjalanan Karmahn untuk menciptakan debut album non-esse berawal pada tahun 2017 di Bandung. Pada awalnya, Karmahn merupakan proyek solo Aul (vokal & gitar) yang isinya adalah kumpulan cerita-cerita yang berasal dari buku, karya tulis, karya ilmiah ataupun cerita-cerita pendek yang telah dibaca olehnya. Pertemuan pertama antara Aul dan Irsyad (gitar) di Teargaslab - studio milik salah satu pioneer Glosalia. Kemudian mereka menghasilkan 4 materi mentah yang belum memiliki judul proyek (4 materi ini adalah Rustic Vulgarity, Hanged Man, Howl, dan Wolf in Wolf’s Clothing). Selang dua tahun kemudian terbentuklah proyek duo yang mampu menyelesaikan berbagai materi musiknya. Setelah sepakat untuk melakukan proyek bersama, Aul dan Irsyad memperbaharui 4 materi mentah sebelumnya telah melalui beberapa tahapan. Proses recording, editing, dan penulisan materi terus berlangsung sampai tahun 2018 yang membuahkan 3 materi baru, disertai bantuan dari rekan-rekan dalam pencarian inspirasinya yaitu Khairul, Yossa, Kaede (dari band Yon.Go), dan Raufa. Setelah proses rekaman selesai, Aul dan Irsyad sepakat menggunakan nama KARMAHN untuk proyek ini dan mencari personil baru sebagai drummer. Pada awal tahun 2019, Irsyad mengundang Bauz untuk mengisi posisi drummer dari Aftercoma/Glosalia/Navl/Class of The Moon. Nama Karmahn diambil dari kata “karman”, dalam ajaran Jaina secara teknis memiliki arti bahwa semua tindakan di dunia yang memiliki unsur moral di dalamnya akan diikuti oleh konsekuensinya. Konsekuensi atau dampak ini dapat bersifat positif atau konsekuensi yang bersifat negatif. Dimana suatu entitas fisik yang melakukan tindakan tersebut dapat menikmati dampak positif berupa perasaan senang atau dampak negatif yang dapat berupa rasa sakit atas tindakannya. Musik yang ditulis Karmahn secara garis besar membahas peristiwa-peristiwa sebab-akibat tersebut dengan dramatis dan menceritakannya dalam bentuk kisah fantasi. Karmahn telah merilis debut album berjudul "non-esse" secara mandiri dalam bentuk CD pada tanggal 21 Agustus 2019. Pendengar dipersilahkan untuk menarik makna atau kesimpulan untuk setiap tracks yang disajikan oleh Karmahn di album ini karena lirik yang terkandung di “non-esse” dapat memiliki banyak arti tergantung persepsi dan suasana hati pendengarnya. Non-esse sendiri artinya secara harfiah adalah “menjadi”. Judul album ini dipilih karena Karmahn berasal 'ketidakadaan' yang ingin menjadi sebuah entitas yang nyata. Non-esse juga dapat diartikan bahwa apapun yang terdengar di album ini tidak memiliki makna pasti, terdapat kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbatas untuk memaknai setiap tracks yang ada. Tracks yang terdapat di album ini menceritakan berbagai literasi seperti kisah kenabian, teologi, kisah motivasi, kisah sedih, dan kisah- kisah lampau lainnya dikemas dengan musik yang dipengaruhi genre Heavy Rock/Grunge/Stoner/Postpunk/Industrial dan lirik ambigu yang dapat membuat pendengar dan pembaca untuk menebak-nebak pesan yang disampaikan. Karmahn adalah gabungan musik antar personilnya yang terpengaruh oleh The Smashing Pumpkins, Queens of the Stone Age, Tool, A Perfect Circle, Kyuss, Nine Inch Nails, Alice in Chains, Dream Theater, dll. Proses rekaman dan pasca-produksi dilakukan oleh Karmahn di Teargaslab. Non-esse terdiri dari 7 lagu yaitu 13th Apostle, Hanged Man, Wolf in Wolf’s Clothing, Howl, 5, Rustic Vulgarity, dan The Rights to Left.

Contact

karmahn.karmahn@gmail.com 087722067339 (aul)

Related