Metal untuk Terapi

Metal untuk Terapi

Neurosis
The Eye of Every Storm (2004)

Secara musikalitas, sudah dijamin dan tidak diragukan lagi bagi pecandu metal senyap dan meledak-ledak sepersekian detik tidak asing dengan gerombolan berat dari Oakland, California ini. Album The Eye of Every Storm berhasil menyita perhatian saya hingga saat ini, berkat sayatan riff gitar, hingga nada minor keyboard. Seperti diikat di kursi dengan perasaan cemas bercampur tenang, seperti menonton film kolosal. Scott Kelly sebagai pentolan memang tidak pernah salah menaruh emosi di setiap bar, contohnya di dua lagu favorit saya "Bridges" dan "No River To Take Me Home". Neurosis juga menjadi bapak dari modern metal seperti Baroness, Mastodon, Isis dan lain-lain.


 

Sunn 0)))
Monoliths and Dimensions (2009)

Berisi empat track mencekik leher sampai terbujur kaku. Distorsi bass dan gitar yang sangat lengket, pekat, lembab menjadi formula a la Sunn 0))) yang sangat khas. Pada empat menit pertama, saya merasa sangat bosan. Tetapi, saya salah besar karena adanya banyak kejutan. Mereka berkolaborasi dengan lusinan seniman/artist hingga koir perempuan pada lagu "Big Church". Dilansir dari wawancara mereka dengan pitchfork.com, mereka banyak terpengaruhi oleh band-band black metal secara disiplin dan estetika. Terutama, pada lagu "Hunting & Gathering (Cydonia)" dengan kolaborator dari band Mayhem, Earth, Csihar dan lainnya. Monoliths and Dimensions melebihi apa yang saya bayangkan.

Renaldi A. Rimbatara

Ini adalah masa krisis terpanjang yang saya alami! Beberapa tahun ke belakang menjadi bab paling menantang di hidup saya, banyak pengalaman yang membuat saya harus terus bergerak dan mencari. Saya seolah sedang dihantui rasa penasaran yang besar. Ini bukan hanya tentang memecahkan missing-link. Yap, saya kerap dipanggil dengan nama Al atau Rimba, saya bermain gitar untuk Belantara. Saya terobsesi dengan pre-historic. Dan selebihnya tidak ada yang menarik tentang saya.

View Comments (1)

Comments (1)

  • Ronaswara
    Ronaswara
    2 weeks ago
    Cara mengirim artikel di dcdc ini gimana?
You must be logged in to comment.
Load More

spinner