Ludicia, WMBI 2022, dan Cerita Dibaliknya

Ludicia, WMBI 2022, dan Cerita Dibaliknya

Kami (Ludicia) sudah memasuki 50% pengerjaan, semoga satu setengah bulan ini dapat kami manfaatkan sebaik mungkin untuk persiapan Wacken Open Air Metal Battle International di Jerman nanti

Menjadi band perwakilan Indonesia di ajang W:O:A Metal Battle Indonesia tidak sempat terbesit di otak kami, apalagi dalam rangkaian tour album perdana kami yang baru berjalan di tiga kota. Memiliki waktu yang tidak banyak (saat itu kami tahu kami lolos ke babak final WMBI waktu kami berada di kota kedua di rangkaian tour), perasaan senang bercampur aduk dengan rasa beban atas tanggung jawab besar ini. Karena di final WMBI 2022 kali ini sedikit berbeda lewat tema yang diangkatnya, yakni “Metal Indonesia”. Jadi setiap finalis harus menunjukan bagaimana metal Indonesia itu.

Saat itu kami hanya memiliki tiga hari sebelum kami harus terbang ke Bandung. Sisa waktu tersebut kami gunakan semaksimal mungkin untuk segala persiapan Final WMBI saat itu, seperti salah satunya persiapan aransemen musik etnik bali yang kita padu dengan musik metal yang kami punya. Elemen musiik itu kami sisipkan di bagian intro dan centro pada beberapa lagu kami. Selain itu, kami juga mempersiapkan beberapa koreografi dan tarian yang kami pelajari dengan singkat, serta tentunya kami juga mempersiapkan salah satu bagian penting dalam pertunjukan kami, yaitu uniform/seragam. Untungnya kami dibantu oleh Semeton Barong Munggu dan Pengangge Art yang bersedia mengirimkan empat set uniform beserta aksesorisnya, sehingga penampilan kami dapat maximal diatas panggung.

Tiba saatnya kami berangkat dari bandara Ngurah Rai dengan membawa nama Bali. Setibanya di Bandung kami langsung menuju hotel yang berada tepat di depan venue acara. Sempat kaget karena gedung ini merupakan gedung bersejarah di kota Bandung, serta juga gedung yang sangat bersejarah bagi dunia musik keras Indonesia. Yup, The Majesty yang dulu dikenal sebagai Gedung AACC Bandung.

Sesampainya di lobi kita bertemu dengan empat finalis lainnya. Kami saling berkenalan dan memulai obrolan ringan dengan mereka. Suasananya lebih seperti bersenang-senang ketimbang berkompetisi, karena maklum selama pandemi kita tidak merasakan hal seperti ini.

Keesokan harinya, saatnya kami harus menghadapi panggung Final WMBI 2022, rasa nervous bercampur dengan pressure kami rasakan karena dalam kompetisi ini kita para finalis tidak diizinkan membawa crew dan soundman, dan hanya diberi waktu 10 menit untuk setup panggung. Seperti yang kalian tahu kami band dengan sequencer yang running full di seluruh lagu, jadi kami harus extra cepat dan extra hati-hati dalam setup 10 menit ini. Kami diberikan crew panggung saat diatas panggung, tetapi hanya sekedar membatu untuk check line saja.

Melihat finalis lainnya mereka juga memiliki karakter, ciri khas dan aksi panggung yang luar biasa. Panggung dibuka oleh Kapital (Borneo), lalu lanjut dipanaskan lagi oleh Mouthless (Jakarta). Dan saatnya tiba giliran kami, kami sudah tidak tahu seperti apa rasanya saat itu, tetapi harus kami lalui dengan persiapan yang sudah kami siapkan. Setelah kami ada Undergod (Bandung) dan ditutup oleh penampilan dari Djin (Medan). Saat menanti pengumuman kami berkesempatan untuk ketemu teman-teman musisi lainnya (oh iya yang perlu dituliskan juga, acara ini tidak dibuka untuk umun, jadi hanya tamu undangan saja).

Tibalah saatnya pengumuman pemenang. Satu orang perwakilan dari setiap band sudah ada diatas panggung, dewan juri lokal juga telah diumumkan (sebagai catatan, dari awal identitas dewan juri local ini dirahasiakan). Sampai akhirnya ketika Addy Gembel membacakan band yang terpilih mewakili Indonesia di WMBI 2022 akhirnya kami Ludicia diumumkan sebagai perwakilan Indonesia di ajang WOA Metal Battle International yang akan diadakan di Jerman bulan Agustus nanti.

Ketika terpilih menjadi perwakilan dari Indonesia, dari pihak penyelenggara Atap Promotion dan DCDC memberikan kami mentor untuk memantapkan lagi materi-materi lagu yang kita bawakan saat di final show. Workshop meeting kami lakukan rutin setiap minggu dan mulai bulan Juli kami mulai workshop di studio. Untuk hal itu nanti mentornya flight ke Bali, sampai akhirnya final workshop akan kami jalani di Bandung.

Untuk saat ini kami sudah dalam tahap recording ulang part isian instrumen etnik Bali dan bass, di mana banyak hal yang kami pelajari selama workshop ini berlangsung. Yang jelas kami akan lebih fokus lagi di pematangan materi, menyiapkan mental, serta tentunya latihan rutin mengikuti repetoar yang kami rancang dan juga koreografi. Jika masih ada waktu dan kesempatan kami juga ingin belajar menari untuk di beberapa isian koreo dalam lagu kami (ini baru ide saja). Hingga tulisan ini di buat kami sudah memasuki 50% pengerjaan, semoga satu setengah bulan ini dapat kami manfaatkan sebaik mungkin untuk persiapan Wacken Open Air Metal Battle International di Jerman nanti.

BACA JUGA - Nostalgia Bukanlah Proyeksi (Personal) Buku Don’t Read This

Teguh 'Psychoberry'

Lahir di Pulau Seribu Pura tahun 1987, Teguh yang dikenal dengan nama Psychoberry memulai menjadi metalhead semenjak SMP karena menurutnya kerasnya distorsi dan tajamnya lirik pada musik metal sangat mewakili perasaannya saat itu dan hingga kini masih sama.

View Comments (1)

Comments (1)

  • Baraapi
    Baraapi
    1 week ago
    Masih menjadi misteri kenapa gitaris aslinya memutuskan untuk out setelah pengumuman.Ada apakah gerangan?
You must be logged in to comment.
Load More

spinner