“Crossover” adalah Identitas bagi Sarah N’ Soul

“Crossover” adalah Identitas bagi Sarah N’ Soul


Berbicara tentang musik pastinya tidak akan jauh dari genre, dan berbicara penilaian terhadap musik pastinya tidak jauh dari rasa suka atau tidak suka, seperti menilai “rasa” sebuah makanan. Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik. Genre yang kita kenal saat ini beragam pastinya, misal musik klasik, funk, blues, pop, gospel, jazz, reggae, rock, metal, RnB, dangdut, country, ska, tradisional, dan lain-lain. (https://id.wikipedia.org/wiki/Genre_musik)


Sarah N’ Soul

Musik menjadi bagian dari perjalanan hidup antara Sarah Saputri (vocal, harmonica) dan Nissan Fortz (guitar, vocal), di mana keduanya membangun duo bernama “Sarah N’ Soul” sejak tahun 2011 hingga saat ini. Sejak kecil, Nissan mempelajari musik klasik dari sang ayah yang juga seorang gitaris, dan kemudian Nissan mulai mendengarkan neo classic dan memperdalam heavy metal. Memasuki tahun 2001, Nissan mulai mendengarkan dan memperdalam musik blues, yang pada akhirnya di tahun 2005 mengantarkan Nissan untuk mengenal dan memperdalam musik country, meskipun sebelumya ia berencana untuk mempelajari musik jazz. Nissan memulai karir dalam bermusik sejak tahun 2004, di mana ia bergabung dengan beberapa band, dan mulai membuat karya-karya musik. Sedangkan Sarah lahir di musik dengan mencintai genre pop, jazz, RnB soul dan blues yang memulai karir dalam bermusik sejak tahun 2007.

Dari sekian banyak referensi musik yang dimiliki oleh keduanya, bagaimana meracik musiknya? Dalam album pertama Sarah N’ Soul, Nissan sebagai gitaris dan arranger menciptakan musik yang dikombinasikan dengan karakter Sarah dalam bernyanyi, dan terkadang dalam beberapa lagunya Nissan pun ikut mendampingi. Lalu, keduanya setuju untuk menarik benang merah dari album pertamanya Doodles of Sarah N’ Soul, yaitu musik crossover atau lintas genre. Mengapa hal itu dilakukan? Karena, bagi Sarah masing-masing genre, seperti pop, blues, folk dan lainnya memiliki daya tarik dan kekayaan tersendiri yang sangat magis. Lalu, kenapa tidak untuk bereksperimen dalam karya sendiri? Jelas, ini adalah album pertama, di mana Sarah dan Nissan memiliki kebebasan dalam menciptakannya. Meskipun, ini duo di mana Nissan hanya bermain gitar, tapi keduanya ingin dalam album tersebut adanya keberagaman.

Dalam single “Pohon Toge”, Nissan sengaja membuat nuansa folk yang sangat ringan. Tapi, sensasi yang berbeda akan dirasakan begitu mendengar keseluruhan album, karena dalam beberapa lagunya ada juga yang mengharuskan keduanya berkolaborasi dengan teman-teman musisi lainnya seperti bassist, pianist, drummer, pemain kendang dan pedal steel. Dalam lagu pembuka di album tersebut, lagu “Kadeudeuh”—di mana hanya ada instrumen gitar dan harmonika—seolah menyambut para pendengar dan membawa ke nuansa etnis Sunda. Untuk lagu “Jodohmu di kunci G (Siapa Tau?)” pendengar mungkin akan dimanjakan dengan nuansa waltz yang dilantunkan oleh gitar Nissan, berbeda saat pendengar mendengar lagu “Girl” yang menurut Nissan lagu tersebut adalah titik Sarah N’ Soul dengan musik yang crossover. Dalam lagu “Girl”, Sarah N’ Soul berkolaborasi dengan pemain kendang, meski beat yang menyelimuti bernuansa techno.

Bukan tidak ingin memilih satu genre dalam album pertama, namun sayang rasanya untuk melewatkan proses terbentuknya suatu karya bila memang karya tersebut harus beragam “rasa”nya. Semua lirik lagu yang ada dalam album Doodles of Sarah N’ Soul benar terjadi dalam kehidupan nyata yang dialami oleh Sarah atau Nissan sendiri. Jadi, akan sayang sekali apabila saat mengemas lagunya hanya berpegang pada satu genre. Semua ini berdasarkan eksplorasi dari ide-ide juga imajinasi yang harus tertuang dalam bentuk musik yang akan diperdengarkan. Tidak masalah apabila pendengar merasa album tersebut rasanya seperti “nano-nano”, karena banyak rasa ada di dalamnya. Sarah dan Nissan hanya tidak ingin untuk mengkotak-kotakan genre, karena dengan “lintas genre”, keduanya yakin dapat menyampaikan “isi” dari karyanya kepada pendengar.

Sarah Saputri

Sarah Saputri adalah seseorang yang memiliki ketertarikan pada dunia tarik suara dan alat musik harmonika. Kecintaannya pada dunia musik dituangkan dalam grup duo Sarah N' Soul.

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.