White Rose Sukses Taklukan Pulau Jawa

White Rose Sukses Taklukan Pulau Jawa


WHITE ROSE kembali menorehkan catatan penting dalam karir bermusik mereka dan perkembangan musik indie di Bali. Selama kurang lebih 12 hari, band pop punk asal kota Denpasar ini berhasil menggelar tur pulau Jawa dalam rangka promo album perdana mereka di delapan kota khususnya daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Delapan panggung tersebut yakni di Godbless Café – Malang, DBL Arena – Surabaya, Gedung Serba Guna – Bojonegoro, Cheersnep – Purwokerto, Historia Café – Banjarnegara, Café Lare Doesoen 45 – Ambarawa, My Kopi – Semarang, dan XT Square – Yogyakarta.

Pemilik album Buka Mata Mereka ini mendapat respons positif dari tiap kota yang telah mereka kunjungi. Buktinya, hampir seluruh pertunjukan dipadati penonton. “Kami banyak bertemu teman-teman baru. Jamuan serta antusias mereka di setiap kota benar-benar luar biasa. Kami di-handle dan diperlakukan dengan sangat baik” kata Ian Putra.  

Tur yang diberi nama ‘Buka Mata Mereka Java Tour 2015 (#BMMJavaTour2015) ini dijalani bukan tanpa masalah. Band yang beranggotakan Surya Dipta, Ian Putra, Goib, dan Gung Nandha ini sempat mendapat trouble ijin dengan kepolisian setempat saat tampil di Bojonegoro.

“Saat giliran kami untuk tampil, polisi sempat hendak menghentikan acara karena alasan yang tidak jelas. Saat itu pihak kepolisian hanya memberikan ijin untuk satu band lagi yakni Billfold (BDG) yang notabene menjadi guest star di acara tersebut. Kami sempat sedikit panik, dan yang membuat kami terharu adalah pihak Billfold membela kami untuk tetap tampil. Pada akhirnya kami tampil hanya 2 lagu dengan menggunakan alat-alat mereka agar menghemat waktu. Hahaha benar-benar pengalaman yang tak akan pernah kami lupakan, dan kami sangat salut dengan Billfold.” kenang Surya.

Suksesnya tur Jawa mereka  ini juga tak lepas dari bantuan Satria Priangga (Drummer Ripper Clown & ex-drummer Naughty Bomb) sebagai tur member di divisi drum. “Pada awalnya saya dikabari pihak label & management mereka Heartless Records untuk mengisi drum di tur White Rose karena drummer mereka tak bisa melepaskan pekerjaannya di Bali. Semuanya serba dadakan, saya hanya punya waktu 3 hari untuk pelajari seluruh lagu mereka, dan syukurlah semua berjalan aman dan lancar, haha” ujar drummer yang akrab disapa Dedek itu. 

Foto: White Rose Docs.

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.