Tumbuh dan Menumbuhkan ; Interpretasi Menarik Soul and Kith di Lagu “Sorrow”

Tumbuh dan Menumbuhkan ; Interpretasi Menarik Soul and Kith di Lagu “Sorrow”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Soul and Kith

Lagu “Sorrow” bercerita tentang kehilangan, amarah dan ketakutan dengan mengambil sudut pandang sepasang tumbuhan yang mendapatkan perhatian berbeda dari dua individu yang berbeda.

Hidup dan menghidupi, perkara esensial tentang siklus hidup yang jawabannya bermuara pada cara semesta bekerja. Tumbuh dan menumbuhkan yang sejalan dengan sejauh apa kita merawat dan memilihara cinta kasih dalam memaknai hidup. Satu hal yang rupanya diterjemahkan oleh Soul and Kith dalam lagu terbarunya yang berjudul “Sorrow”. Tentang hal ini, sang vokalis Aik memberikan pernyataan “layaknya setiap makhluk hidup yang jika dirawat penuh cinta dan kasih sayang akan tumbuh dengan baik, namun jika dengan semena-mena merawatnya akan layu dan mati nantinya” ucap Aik menegaskan makna dari salah satu lagu yang menjadi bara semangat bagi Aik dalam berkarya.

Perilisan “Sorrow” menjadi terasa istimewa, karena ini berarti nafas dari duo Aik dan Ardy di Soul and Kith masih berlanjut, terlebih untuk perkara cipta nada dan sederet pola kreasi seru lainnya di wadah bermusiknya ini. Salah satu yang membuat perilisa single “Sorrow” ini seru adalah ketika duo ini juga melengkapinya dalam format video musik, yang digelar di Rumah Sanur. Menariknya lagi, perilisan video musik “Sorrow” akan menjadi salah satu bagian dari agenda acara The Participles Vol. 02 yang diadakan oleh Pohon Tua Creatorium.

Dalam proses pembuatannya, Video Musik “Sorrow” melibatkan dua orang seniman yang salah satunya adalah penari profesional/salah satu member dari komunitas Teater ternama di Denpasar, yaitu Jacko Wahyu Rizky, sedangkan yang satunya lagi adalah Guntur Putra yang merupakan sahabat dari Aik dan Ardy.

Lebih jauh berkisah tentang lagunya, menurut rilisan pers yang DCDC terima, lagu “Sorrow” bercerita tentang kehilangan, amarah dan ketakutan dengan mengambil sudut pandang sepasang tumbuhan yang mendapatkan perhatian berbeda dari dua individu yang berbeda. “Aku ingat saat dimana aku menulis lagu ini, aku menangis melihat semua tanaman yang dulu sangat aku rawat, layu, kering dan mati di sebuah tempat yang dulu ku sebut rumah,” ucap Aik. “Awalnya bingung mau diisi instrumen apa, setelah diulik dan dieksplor lebih dalam akhirnya aku coba menambahkan instrumen Floor dan Crash sebagai simbol dari amarah dan kehilangan, sedangkan isian looping dan ambient gitarku sebagai simbol dari rasa kehilangan dan kesedihan”, lanjut Ardy menjelaskan proses pembuatan musik dari lagu “Sorrow”.

Dengan beberapa masukan dari Pohon Tua (Dadang SH Pranoto) selaku produser Soul and Kith, lagu “Sorrow” akhirnya rampung dan menjadi salah satu lagu yang mencuri perhatian di Mini Album Kacamuka. Tidak hanya dalam soal bermusik, kali ini Soul and Kith  menuangkan ekspresinya pada canvas dan kertas. “Sorrow” menjadi tema besar dari karya lukisan Soul and Kith ditengah kosongnya kegiatan panggung musik. Karya lukisan tersebut juga akan dipamerkan di galeri Rumah Sanur bersama dengan karya lukisan dari Made Bayak, yang merupakan hasil kolaborasi dengan grup musik Dialog Dini Hari. 

Sebagai tambahan, beberapa lukisan Soul and Kith akan dilelang secara online mulai tanggal 10 September 2020 melalui website Kawanbaik.co, dan hasil dari pelelangan lukisan tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan sekolah di Sumba, Mbinu Dita melalui Yayasan Kawan Baik Indonesia dan Fair Future Foundation.

BACA JUGA - Respon Positif Mocca Hadapi Pandemi

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner