Tjdika Tumpahkan Segala Pedihnya Kisah Percintaan dalam EP ‘Sendiri di Masa Lampau’

Tjdika Tumpahkan Segala Pedihnya Kisah Percintaan dalam EP ‘Sendiri di Masa Lampau’

Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Tjdika

‘Sendiri, di Masa Lampau’ berisikan 5 lagu yang menceritakan tentang kisah percintaan yang teramat pedih

Salah satu dari Trio Littlefingers, Tjdika, merilis EP terbaru berjudul Sendiri, di Masa Lampau Jika boleh membandingkan dengan rilisan dari Littlefingers maka dijamin kalian akan sangat terkejut. Karakter Tjdika yang pendiam dan terutup terdengar cukup jelas di EP terbarunya. Mendengarkan EP ini seperti beberapa langkah lebih dekat dengan sosok pria kelahiran 1997 ini.

Sendiri, di Masa Lampau berisikan 5 lagu yang menceritakan tentang kisah percintaan yang teramat pedih. Diawali dengan “I can’t imagine” sebagai awal cerita. Lagu ini merupakan ungkapan seseorang yang memiliki firasat tentang pasangannya. Firasat getir yang terlalu sulit untuk dibayangkan jika orang yang kita sayangi suatu saat pergi. Pertanyaan yang saat itu terbatas lintas waktu. Mengalir ke lagu selanjutnya akhirnya firasat itu terjawab di lagu “Terdiam Sendiri”. Sebuah kisah pilu tentang perpisahan yang sebenarnya masih dilandasi rasa rindu, sayang, dan cinta yang sangat besar. Suatu kejadian yang tidak bisa di tawar lagi untuk harus berpisah. Mau tak mau, suka tak suka, kondisi berhasil menggugurkan perjalanan sebuah kisah.

Setelah tragedi yang sangat pilu, Tjdika lantas mulai mempertanyakan keberadaan dan nilai fungsi humanisnya. Perasaan yang berkecamuk dengan logika yang nyaris tidak bernalar ini ia tuangkan dalam judul ke-3 yaitu “Bertanya”. Kusutnya lagu ke-3 melahirkan ide di judul ke-4. Bagaimana Tjdika berusaha menangkap sosok imajiner mantan pasangannya untuk bersua di masa depan. Berjudul “Will we meet again” yang sangat terang-terangan mengungkapkan pesan dari lagu ini. Mungkin terdengar klise atau meratap, tapi ya begitulah cinta dengan indah dan ringseknya. Pada akhirnya EP ini ditutup dengan judul terakhir yaitu “35 mm” yangterinspirasi dari hobi fotografi seorang Tjdika. Kala itu ia melihat hasil jepretannya yang berisikan kenangan yang mungkin akan selamanya dikenang menjadi sebuah perjalanan hidup.

Secara musikal tentu EP ini tidak terlahir begitu saja. Namanya juga berkesenian pasti saling menularkan dan ditularkan. Beberapa koleksi yang sering menemani seorang Tjdika adalah Mac De Marco, The 1975, Luis Cole, Alex Turner, dan banyak lagi. Setidaknya koleksi-koleksi mereka berhasil menemani Tjdika menggarap EP ini sejak di mulai pada Agustus 2022 lalu. Semoga menjadi kenangan yang abadi untuk tersenyum di kemudian hari.

EP Sendiri, di Masa Lampau sudah dapat dinikmati di berbagai platform msuik digital kesayangan pembaca, atau dapat melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Berpisah Karena Rasa yang Tak Berbalas dalam Single Terbaru Aziz Hedra, Berjudul “Issa Goodbye”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner