Panjangkan Nafas Indie Rock, Lumeenals Lepaskan Single Teranyar

Panjangkan Nafas Indie Rock, Lumeenals Lepaskan Single Teranyar

Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Lumeenals

“Kelakar” sendiri, pemaknaannya berpusat kepada bagaimana bayangan kalian ketika berbicara mengenai kisah cinta yang kerap terjadi di daerah urban, di mana keadaan seperti jatuh cinta pertama kali di usia yang telat dari umumnya

Hampir satu tahun tak terasa perjuangan untuk menyatukan persepsi dan keringat yang tak sedikit dari Lumeenals, unit Indie Rock/Power Pop pada akhirnya melahirkan EP Membiru yang berisi 5 track tentang keresahan menjadi dewasa, dan apa-apa yang menjadi kekhawatiran di keseharian. Memasuki pertengahan tahun 2024, berangkat dari tema yang lebih sederhana, Lumeenals kembali hadir melalui format single.

“Kelakar”, track dengan durasi (kurang lebih) tiga menit yang lahir tidak seperti materi Lumeenals yang mungkin sudah pernah didengar di EP Membiru sebelumnya. Tidak sama, tapi tetap pada roots-nya. Mungkin perbedaan terjadi karena materi ini lahir dari pemikiran dan cuapan TB Dwi (Bass), dan hanya sedikit disempurnakan oleh Sakti (Gitar/Vokal), yang mengaku kalau sebelumnya materi Lumeenals memang lebih banyak dieksekusi olehnya dengan padu padan kata-kata yang acak, untuk kemudian dijadikan sebuah cerita utuh yang membuat setiap telinga merepresentasikan lagu-lagu Lumeenals tergantung dari bagaimana mereka menangkap makna dari penggunaan kata-kata acak tersebut.

Berbicara tentang materi “Kelakar” sendiri, pemaknaannya berpusat kepada bagaimana bayangan kalian ketika berbicara mengenai kisah cinta yang kerap terjadi di daerah urban, di mana keadaan seperti jatuh cinta pertama kali di usia yang telat dari umumnya, mencoba dating apps dengan tolak ukur berhasil atau tidaknya yang menjadi takaran masing-masing, hingga fenomena pergaulan dewasa yang sering terjadi. 3 menit adalah hal yang cukup sulit, namun bisa dilakukan untuk menggambarkan babak demi babak situasi-situasi tadi untuk diharapkan dapat dimengerti setiap jengkalnya oleh pendengar.

Pada proses pembuatan teknis materi, “Kelakar” dimulai di bagian dasar melalui Sakti yang melakukan proses penyempurnaan teks, dan menentukan arah. Kemudian baru lah Gibran (Gitar), Fajri (Drum), dan Icas (Backing Vocal/Tambourine) menambahkan setitik demi setitik ornamen yang dibangun menjadi unsur-unsur penting yang pada akhirnya menjadi satu kesatuan.

Lumeenals tak pernah lepas dari DNA Indie Rock/Power Pop era 90-an dengan sentuhan kental ala The Posies, The Boo Radleys, Pavement, Weezer, Ash, hingga Pixies ataupun sedikit Husker Du. Musik Lumeenals menjadikan setiap referensi tersebut warna yang berbeda-beda, kemudian meraciknya kembali dengan fokus pada tiga hal: Harmoni pada vokal, Sound gitar yang kotor dengan clarity yang masih jelas, serta Tone drum yang punchy.

Penjelasan semua ini pun akhirnya Lumeenals terjemahkan juga dalam bentuk visual artwork yang digarap bersama Indra Septian yang memang menjadi teman dalam keseharian Lumeenals, perihal visual graphic.

Pokoknya orang harus langsung ngeh kalo lagu ini lagu tentang perjalanan orang mencari cinta. Harus sejelas itu. Maka jadilah artwork yang kalian lihat sekarang,” Jelas Indra Septian.

Single “Kelakar” sudah dapat didengarkan di berbagai portal pemutar musik digital kesayangan pembaca, atau dapat diputar melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Lomba Sihir Akan Helat Showcase Perayaan Masa Lalu dan Masa Depan Band

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner