Karya Perdana Dari Proyek One Man Band Methiums

Karya Perdana Dari Proyek One Man Band Methiums


Sumber foto : Press release Methiums

Album Between Moments merupakan proyek yang tercipta dari proses pengumpulan materi, dan re-aransemen beberapa lagu / project terdahulunya, selama kurang lebih dua tahun, yang sempat terabaikan.

Setelah melalui proses rekaman, post-production, hibernasi serta kehidupan dunia perkantoran selama beberapa masa yang tidak sebentar, solo instrumental metalcore-djent, Methiums yang digawangi oleh Arya Akbara ini, akhirnya merilis album penuhnya yang berjudul Between Moments, pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 secara digital, via Bandcamp [methiums.bandcamp.com ], serta video streaming pada kanal Youtube Methiums [Methiums - Between Moments (Full Album Stream) ]. Album ini merupakan full album perdananya, yang berisi sepuluh lagu, dengan mengusung musik modern metalcore-djenty ala Protest The Hero, Periphery, dan Intervals yang cukup kental.

Menurut rilisan pers yang DCDC terima, album Between Moments merupakan proyek yang tercipta dari proses pengumpulan materi, dan re-aransemen beberapa lagu / project terdahulunya, selama kurang lebih dua tahun, yang sempat terabaikan dikarenakan kesibukan di dunia perkantoran negeri sipil. Perekaman, pengolahan hingga finishing materi album Between Moments dilakukan semua oleh Arya di Pangkalan Bun, kota tempat Arya bekerja sepulang dari kantor, serta setiap akhir pekan, juga pada waktu dan tempat-tempat lainnya yang dapat disempatkan, semisal di bandara, terminal, hingga warung tegal, menggunakan laptop. Untuk urusan teknis sendiri, gitar dan bass diisi/dimainkan sendiri oleh Arya, sedangkan drum dan instrumen lainnya memanfaatkan virtual instrument hasil olahan perangkat di komputer.

Dalam rilisan ini, Arya Akbara masih tetap secara mandiri bertindak sebagai player, composer, hingga engineer proses mixing mastering album Between Moments disela kesibukan kerjanya sehari-hari di Pangkalan Bun, serta kesibukannya mengolah materi baru untuk band thrash metal nya, Headcrusher. Sedangkan untuk artwork, dipercayakan kepada fotografer/artworker muda, Baryeri Enggarnadi.

Sedikit kilas balik tentang perjalan bermusik Methiums. Band ini terbentuk pada 2013, dan telah merilis satu mini album pada tahun 2014, dengan single nya yang berjudul “Ylaviastu”, dirilis pada tahun 2015, dan split EP bersama Beyond Infinity pada tahun 2017. Selain sibuk di Methiums, Arya Akbara sendiri merupakan gitaris dari band thrash metal asal Surabaya, Headcrusher, yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara/pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Pajak dalam kesehariannya.

BACA JUGA - Jelang Peluncuran Mini Album, Noirless Rilis Single Better Left Unsaid

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.