Bermain Nada dari Statistik Kematian Manusia

Bermain Nada dari Statistik Kematian Manusia


Ada yang unik dari Brilliant Company. Mereka mengutak-atik tema yang tak lazim diangkat kebanyakan band Indonesia.

Di awal kemunculannya, Brilliant Company menyisipkan hal yang tak lazim dalam sebuah karya musiknya. Tak lazim di sini dalam arti berbeda dengan pengenalan awal sebuah proyek musik. Grup beraliran post-rock asal Bandung-Jakarta besutan Rizki Asasi itu menguak statistik jumlah kematian manusia setiap tahunnya pada single terbaru berjudul “55 Million Part II”.

Lima puluh lima juta adalah angka statistik jumlah kematian manusia tiap tahunnya,” ungkap Rizki Asasi sebagai punggawa utama dalam proyek musik Brilliant Company.

Ujaran tersebut secara representatif menjadi topik dalam single terbaru Brilliant Company. Dengan landasan topik tersebut, Brilliant Company menyampaikannya dalam bentuk musik yang cenderung mengarah pada nuansa gloomy ala post-rock experimental. Tak terlalu banyak meliuk, single ini terasa sangat dingin. Lagu ini diawali dengan petikan gitar dan drum down tempo, hingga menuju akhir lagu lagu tersebut berubah menjadi melodisasi kemarahan. Bising, distorsi, serta tarikan instrumen techno terus-menerus memacu adrenalin untuk mendengarnya sampai detik terakhir. Single ini akan cocok di kuping pendengar Bossk, This Will Destroy You, If These Trees Could Talk, Tim Hacker, atau untuk band ranah lokal seperti The Trees and The Wild.

Single “55 Million Part II” mempunyai sebuah visual 2D yang berupa artwork. Visual artworknya dikerjakan oleh Aprilea S. Ariadi, yang juga sempat menggarap artwork untuk single “Callous Response”. “Pembuatan artwork ini aku kerjakan dari hasil interpretasiku atas musiknya Rizki. Titik-titiknya diambil secara harfiah dari judul EP-nya. Sementara tangan yang mengarah ke atas itu bisa diartikan sedang menunjuk ke atas atau meminta pertolongan. Awalnya dibuatkan ada banyak tangan, tapi satu tangan itu ternyata lebih menggambarkan helplessness,” ungkap Lea dalam rilisan pers.

BACA JUGA - DCDC Substereo: Membiarkan Studio OZ Radio dibajak Musik Experimental Noisy

Nantinya, karya milik Brilliant Company akan bermuara pada sebuah mini album perdananya. Mini album tersebut memiliki tajuk yakni Point of Few, yang secara garis besar memiliki ikatan kuat dengan jumlah kematian, baik secara langsung atau tidak melalui media massa. Tema ini diangkat karena setiap orang yang mati pasti diratapi oleh orang terdekatnya, seperti halnya keluarga. Mini album ini segera dilepaskan dalam waktu dekat bersama label Mundane Records.

Foto diambil dari rilisan pers Brilliant Company

COMMENTS

  • weekendtime

    weekendtime

    22 Jan 2018
    so what...everybody dies at one point in life..stop being so melodramatic with this death shit. Cool music tho!
You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.