Song Review : Pionies - “Thin Holiday”

Song Review : Pionies - “Thin Holiday”


Nada-nada atmosferik lagu ini, diimbangi dengan visual 'antariksa', yang seakan mempertegas gambaran mengawang dari ambience lagu ini

Nada-nada atmosferik yang tertuang dalam lagu berjudul “Thin Holiday” dari band Pionies, menyajikan liburan lewat cara manis, dengan pilihan melodi lagunya, serta pembawaan olah tata vokal yang mengawang. Membawa imajinasi kita ke dimensi lain, melalui lapisan bunyi synth, dan olah tata suara reverb, yang cukup dominan dalam komposisi musiknya. Sederhananya, lagu ini adalah sajian tweepop manis, yang terlahir dari lapisan bunyi berlapis, sebagai gerbang yang menuntun kita terbang, dalam memoar manis kala kita mempunyai taman khayalan yang indah.

Durasi singkat lagu ini menimbulkan rasa adiktif bagi pendengarnya, karena jika dianalogikan sepotong kue, dengan semua bumbu didalamnya, sampai kemudian dirasa enak, namun sayangnya porsi kue itu tinggal beberapa gigit lagi. Hal semacam ini jadi membuat penasaran, karena rasa lezat kue tersebut ingin dirasakan lagi dan lagi, namun keburu habis. Sama seperti lagu ini, yang dikala menuju klimaksnya, durasi menghendaki lagunya berakhir. Pionies dengan lagunya seakan tidak ingin membuang durasi terlalu lama, dan mengemas lagunya dengan padat, berisi, dengan sentuhan-sentuhan nada adiktif yang mengawang, baik itu dari olahan tata suara gitar, synth, maupun dari aksen vokal innocent sang vokalis.    

Mendengarkan lagu ini akan semakin lengkap jika dibarengi dengan sajian vidio liriknya. Dimana nada-nada atmosferik lagu ini, diimbangi dengan visual antariksa, yang seakan mempertegas gambaran mengawang dari ambience lagu ini. Gaya bernyanyi efortless sang vokalis jadi kenikmatan tersendiri kala mendengarkan lagu ini. Seakan cara bernyanyi seperti itu menjadi ‘ruh’ yang pas dengan bangunan musiknya. Hanya perlu dua menit empat puluh delapan detik bagi Pionies membuka gerbang imaji pendengarnya, masuk dalam galaksi berlapis tadi, sejak dari menit pertama lagu ini berjalan. Suara vokal bersahutan menuju akhir lagu menjadi suguhan menarik, terlebih jika memperhatikan detil atmosferik yang terjalin di lagu ini.

Sumber foto : https://soundcloud.com/wearepeonies

BACA JUGA - Song Review : Soloensis Menerjemahkan Arti Pertemuan Dalam Lagunya

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.