Reduan Purba Jalankan Bisnis Studio Musik dan Clothing Brand Atas Nama Passion

Reduan Purba Jalankan Bisnis Studio Musik dan Clothing Brand Atas Nama Passion

Sumber Foto : Diambil dari instagram pribadi @reduanpurba

Bersama Crows Music Studio Redu ingin menunjukan kepada khalayak Internasional bahwa Indonesia memiliki band yang bagus dan produksian musik yang bagus telah setara dengan mereka

Rubik berbisnis musik kali ini menghadirkan seorang musisi gitaris band monster death metal Indonesia Jasad, ialah seorang Reduan Purba atau dikenal dengan nama Redu Jasad. Memutuskan untuk menjalankan bisnis studio musik dan clothing brand atas nama passion yang berkaitan erat dengan dunia musik yang telah lama ia geluti.

Ditemui penulis disela-sela waktu luang atas kesibukan berbagai proses produksi audio band-band metal, Redu berbagi cerita akan perjalanan dan pengalaman berbisnis musik yang telah ia dirikian. Berawal akan passionate nya dalam dunia musik menggugah seorang Redu untuk mempelajari bagaimana proses penggarapan rekaman musik sejak duduk di bangku SMA. Hingga akhirnya sejak saat itu pula di tahun 2010 meski masih bersifat home recording ia mendapatkan klien pertamanya untuk memberikan jasa sebuah penggarapan recording musik dari teman sekolahnya.

Memiliki prinsip totalitas dalam menjalani suatu bidang, singkat cerita akhirnya Redu sampai di titik mendirikan Crows Music Studio. Berbekal pengalaman menggeluti dunia recording dan passion bermusik yang kuat, serta dukungan dari orang tua. Redu bersama kakaknya Freddy Purba (Gore Infamous) mendirikan Crows Music Studio pada tahun 2015. Bertempat di Jalan Gudang No. 42 Tanjungsari, Sumedang Crows Musik Studio diisi dengan berbagai aktifitas bermusik layaknya sebagai studio latihan, studio recording dan mengerjakan penggarapan post production seperti mixing, mastering, editing.

Meski tak sempat duduk di sekolah formal bidang audio engeneer, perjalanan sorang Reduan Purba dalam mematangkan dirinya sebagai audio engeneer yang secara spesifik expert pada musik-musik bertempo cepat atau musik ekstrim, telah mempuni dengan keuletan ditambah dengan keikut sertaan dalam mengikuti berbagai workshop audio engeneer, nama-nama expert di bidang audio engeneer seperti Toteng (Forgotten) dan Tandri (Extend Studio, Sound Engeneer Jasad) Redu sebut sebagai mentornya yang sering ia sambangi untuk sharing berbagai hal urusan audio.

Crows Music Studio yang telah menginjak usia tahun ke-7 telah menggarap berbagai karya musik lintas genre, dari mulai musik tradisi hingga musik beraliran pop pernah dikerjakan Redu di studio ini, tak hanya menggarap sebuah karya musik saja penggarapan kebutuhan audio lain seperti perekaman voice over hingga kebutuhan audio untuk kampanye pernah Redu kerjakan. Bahkan akhir-akhir ini Redu mengerjakan kebutuhan produksi audio untuh sebuah video game yang digarap E-One (Homicide) bersama Karinding Attack, perpaduan antara musik elektronik yang di blend dengan musik tradisi menjadi pengalaman tersendiri bagi Redu. Mengingat portofolio Redu yang lebih dominan mengerjakan produksi audio musik-musik metal, menjadikan klien Crows Music Studio didominasi oleh band-band yang memainkan musik keras. Tak hanya menggarap project musik band-band lokal Indonesia saja, Redu telah mengerjakan produksi rekaman band asal Turki dan band hardcore asal Mexico.

Perbincangan penulis bersama Redu beralih ke lini bisnis keduanya yaitu Ancestor Inc, sebuah clothing brand yang didirikan Redu bersama kawannya pada tahun 2017 lalu. Namun, dengan alasan tertentu di tahun 2018 Ancestor Inc harus menyisakan Redu seorang, sebagai clothing brand yang merefleksikan selera bermusik dan selera berpakaian Punggawa Jasad ini. Ancestor yang diartikan leluhur terbentuk atas kegemaran Redu akan artwork pada merchandise band, proses kreatif hingga kurasi gambar Ancestor dikerjakan Redu dengan melibatkan artworker sebagai eksekutor.

Ketika disinggung penulis tentang bagaimana menjalankan dua lini bisnis berbarengan dengan kegiatan bermusik, Redu menyampaikan tentu bukan suatu hal yang mudah terutama soal pembagian waktu. Seakan akan waktu dalam sehari yang mengahabiskan 24 jam dirasa kurang untuk megurusi itu semua, belum lagi dalam hal membagi ide tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Redu.

Kemudian, ketika berbicara soal kelangsungan berbisnis musik ia menyampaikan arah tujuan Crows Music Studio untuk menjadi studio audio production yang menghasilkan karya Internasional. Bersama Crows Music Studio Redu ingin menunjukan kepada khalayak Internasional bahwa Indonesia memiliki band yang bagus dan produksian musik yang bagus telah setara dengan mereka. Sedangkan untuk Ancestor Inc Redu telah mempersiapkan deretan artikel terbaru yang akan dijajakan bersamaan dengan toko yang akan segera buka dalam waktu dekat bersebelahan dengan Crows Music Studio.

BACA JUGA - Menggandakan CD, Menggandakan Teman Bersama Elora CD

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner