Melirik Hal Esensial Mocca Lewat Lima Album Konseptual

Melirik Hal Esensial Mocca Lewat Lima Album Konseptual


Sumber foto: Instagram Mocca (@moccaofficial)

Mocca bisa dibilang punya kejelian berlebih akan sesuatu yang konseptual, baik dari segi pemilihan tema lagu, gimmick, konsep musik dan liriknya itu sendiri.

Mocca menjadi band yang datang dengan konsep tematik dalam setiap albumnya. Band ini bisa dibilang punya kejelian berlebih akan sesuatu yang konseptual, baik dari segi pemilihan tema lagu, gimmick, konsep musik dan liriknya itu sendiri. Memiliki latar belakang sebagai mahasiswa/i desain, sedikit banyak berpengaruh dalam cara mereka memperkenalkan bandnya. Hal itu bisa terlihat dari cara mengemas albumnya, seperti misalnya di album Colours atau album Home yang dikemas sedemikian rupa, sehingga secara harfiah sesuai dengan penamaan judul album itu sendiri.

Album pertama mereka yang berjudul My Diary mengambil konsep yang difokuskan pada isian lirik lagunya, yang runut bercerita tentang kisah kasih dari romantika awal pacaran sampai dilematika putus hubungan. Itu digambarkan dengan padanan lirik naratif dengan gaya story telling, hasil kolaborasi Arina yang bertanggung jawab di dipartemen lirik, serta Rico yang menjadi orang dibalik nada-nada easy listening khas Mocca. Selain itu, tentu ada Toma dan Indra yang juga punya peran penting dalam mengokohkan bangunan musik Mocca, di bagian ritmisnya.

Masuk album kedua, Mocca hadir dengan konsep "ramai" yang memboyong teman-temannya untuk mengisi musik di album berjudul Friends. Lewat isian brass dan string section, tema Friends di album kedua ini juga diterjemahkan secara harfiah oleh Mocca, di mana Friends di sini adalah para kolaborator yang berperan sebagai musisi pendukung untuk menambah "ramai" album ini. Isian musik Mocca di album Friends terdengar lebih "matang" dan "megah", berisi banyak lapisan bunyi yang memanjakan telinga, dan mempertegas musik swing-pop yang diusung oleh Mocca. Secara esensi dan estetika, album Friends ini membuat Mocca "naik kelas", lewat isian albumnya yang matang.

Album ketiga Mocca yang berjudul Colours diperkuat dengan kemasan albumnya yang dibuat sedemikian rupa menyerupai tempat pensil warna atau krayon. Secara tema lagu juga beragam dan mewakili dari “warna-warni” kehidupan, dari mulai lagu yang bercerita tentang hubungan persahabatan di lagu “The Best Thing”, sampai lagu “You've Cheated On Me” yang berkisah tentang problematika asmara, misalnya.

Dalam album ini juga, Mocca berkolaborasi dengan musisi asal Swedia, Pelle Carlberg dari band Edson, dan selain itu Mocca juga berkolaborasi dengan choir “dadakan” yang diberi nama ‘Indiesiana Sapta Suara’, dan terdiri dari Dewi Lestari, Anto Arief (70sOC), Bez (Olive Tree), El William (Vincent Vega), Ramdan (Burgerkill), Elang (Polyester Embassy), dan Rekti (The SIGIT). Tentu, hadirnya banyak musisi tamu dalam album ini makin menguatkan tema Colours yang dipakai Mocca, karena para musisi tamu yang hadir dari latar belakang musik yang berbeda, tentunya akan memberi warna baru juga dalam musik Mocca.

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.