Eksistensi Rajasinga Yang Semakin Menggeliat Lewat III

Eksistensi Rajasinga Yang Semakin Menggeliat Lewat III


Geliat Rajasinga lewat III, yang sangat sayang untuk dilewatkan

Mengambil sudut pandang bermusik yang berbeda dalam penulisan lirik sarkas dan tabu, yang sangat berbeda dengan beberapa musisi serupa bawah tanah lainnya, Rajasinga kembali meliar dipermukaan bumi dan siap menggerinda hingga tak tersisakan di kuping pendengarnya, lewat pacuan adrenalin tingkat tinggi.

Bandung, tepatnya di kisaran tahun 2006 menjadi saksi bisu terbentuknya trio yang mengusung aliran musik Grindcore, Rajasinga. Yang berawal dari siklus pertemanan, hingga melahirkan karya musik yang mengesankan dari 3 tombak isntrumen seperti bass, gitar,dan drum, Rajasinga tak pernah tidur dalam geliatnya di kancah musik dalam negri hingga merambah keluar negeri. Musik Grindcore yang tak hanya bermodalkan teriakan dan ketukan hyperblast pada umumnya ini, membuat Rajasinga semakin melambungkan kemegahan musiknya sampai ke pelosok negri, adanya beberapa percampuran unsur musik thrash, psychedelic, black metal, dan punk pun dengan lantang dikumandangkan lewat beberapa materi mereka, yang hingga kini tercatat telah mengeluarkan 3 album penuh dan 1 mini album. Berbagai inovasi dalam bermusik, selalu diutamakan oleh Rajasinga, penambahan atau perubahan dalam segi unsur musik mereka dapat disimak dalam tiap album yang telah di telurkan oleh Negrijuana Prodiuction.

Pada album bertajuk Pandora (2007), yaitu merupakan langkah besar yang diambil Rajasinga untuk memperkenalkan musik mereka pada publik, mendapat sanjungan yang sangat luar biasa dan tak terduga tentunya, dengan sampul ilustrasi yang dikerjakan oleh sang gitaris. Setelah menelurkan album perdana tersebut, Rajasinga nyatanya masih merasakan ketidak puasan dan ingin lebih berani lewat album keduanya bertajuk Rajagnaruk (2011), yang bisa dibilang begitu fenomenal pada masanya dan perlahan Rajasinga memperlihatkan kegagahan musiknya, dan menimbulkan berbagai pertanyaan dari publik mengenai sampul albumnya yang dikerjakan oleh sang penggebuk drum. Pasca 5 tahun perilisan album keduanya, Rajasinga ternyata telah mempersiapkan sesuatu untuk para fans dengan kembali mengkabutkan lewat asap hijaunya di blantika musik tanah air dengan merilis album terbaru di bulan kemerdakaan Agustus, lewat hentakan yang cepat dengan penambahan unsur psychedelianya yang bertajuk III (2016), sekaligus menyuguhkan 2 video klip yang merupakan single di album III, berjudul “Stoned Magrib” dan “Masalah Kami Di Negri Ini” berupa animasi yang keseluruhan teknis visual dikerjakan oleh sang bassist, Rajasinga berpesta pora dan ugal-ugalan dengan musiknya. Kecocokan dari trio ini, terbilang cukup unik selain dapat meracik musik Grindcore, juga trio ini cukup piawai dalam berilustrasi dalam bidang grafis, terbukti dari beberapa materi musik yang telah dikeluarkan dengan bermodalkan secara mandiri dan gotong royong bersama rekan bermusiknya.

Dalam perjalanannya, Rajasinga pun tak luput dari pergantian personil didalamnya. Namun, trio Grindcore yang kini di gawangi oleh Morrg (Bass/Voc), Biman (Gitar) dan Revan (Drum) ini tetap menghunus tajam tombak musiknya di atas permukaaan bumi. Hal ini telah dibuktikan oleh Rajasinga, dengan menggelar promo tur dan menyambangi beberapa kota di Indonesia, untuk memperkenalkan musik bawah tanah yang begitu megah.

 

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.