Rockin TV: Media Kreatif di Bidang Audio Visual

Rockin TV: Media Kreatif di Bidang Audio Visual


Kalau kita bicara tentang perkembangan musik di Indonesia, atau lebih khusus lagi di Bandung, maka kita akan masuk berbagai macam tema, pembahasan, cerita, fenomena dan mungkin salah satu yang paling penting adalah kebutuhan akan fasilitas media. Karena mau bagaimanapun, antara musik dan media saling terkait. Simbiosis mutualisme, keduanya saling membutuhkan, dan bahkan terkadang keduanya saling menjatuhkan. Awet rajet kalo kata orang Sunda mah. Ketika sebuah band berusaha untuk memperkenalkan karyanya ke publik secara luas, banyak cara yang bisa dilakukan secara “do it yourself”, baik itu dengan cara yang kuno seperti direct hand to hand atau person to person, atau dengan cara yang lebih canggih / modern dengan menggunakan media internet dan media modern lainnya. Akan tetapi, campur tangan dari pihak luar juga sangat berpengaruh dan mau tidak mau harus diakui sangatlah dibutuhkan. Media cetak semacam koran, majalah, tabloid (meskipun sebenarnya sudah banyak yang bertransformasi menjadi media online), media audio seperti radio konvensional dan termasuk juga media visual seperti televisi atau media visual digital berbasis internet. Semuanya menjadi satu rangkaian jalur promosi dan publikasi yang paling mumpuni untuk men-sosialisasikan karya-karya musikal dan karya seni lainnya.

BACA JUGA - 19 September - The Day The Music Died

Ambil satu contoh, satu cara yang lazim digunakan sebuah band/musisi untuk memperkenalkan hasil karyanya adalah dengan membuat sebuah video klip/video musik. Cara ini sudah berlaku dan dipergunakan sejak lama dan saya tidak tahu kapan persisnya. Dan media audio-visual ini masih dipercaya sebagai cara yang paling ampuh untuk media publikasi. Video klip selalu ada pada daftar kegiatan promo yang harus dilakukan oleh sebuah band/musisi untuk melakukan sosialisasi karyanya. Akan tetapi sayangnya, tidak semua band atau musisi bisa beruntung untuk mendapatkan kesempatan mem-publikasikan video klip-nya di media-media visual (TV) terutama di Indonesia. Rata-rata media visual di Indonesia, terutama nama-nama yang sudah dikenal dan besar, berisikan muka-muka dari band/musisi yang memang memiliki nama besar juga. Pengklasifikasian kelas mainstream, non-mainstream tampak masih berlaku untuk kasus penayangan video klip musik ini. Hanya ada beberapa stasiun televisi yang mungkin masih mau menayangkan video musik dari band-band/musisi yang “tidak mainstream”, atau dengan kata lain, indie atau underground.

Permasalahan lainnya adalah, mungkin ini paling penting, sudah semakin jarang ada stasiun TV yang memiliki program yang khusus menayangkan video klip. Entah itu program khusus dengan durasi tertentu, atau hanya sekedar sisipan atau selingan. Dulu di beberapa stasiun TV kita ada yang namanya “sekilas musik” sebagai selingan pengisi waktu antar program. Durasinya mungkin tidak panjang, hanya sekitar 1-2 menit, tapi sudah cukup untuk para band atau musisi menjadikannya sebagai media promosi dan sosialisasi karya mereka. Ada juga program yang memang khusus menayangkan video klip seperti “Rocket” yang berdurasi kalau tidak salah 30 menit dan dalam 1 kali tayangannya bisa memutarkan antar 5-6 video klip, meskipun kebanyakan video klip dari band / musisi luar negeri.

Saat ini mungkin hanya beberapa TV lokal/ daerah dan TV berbayar yang masih memiliki program-program seperti yang saya tulis diatas, sementara untuk  TV nasional mungkin hampir tidak ada. Asumsi saya ada beberapa kendala yang bisa dijadikan alasan, salah satunya adalah masalah legalitas atas hak tayang atau hak siar dari video klip-video klip tersebut. Ini mungkin masalah utama yang dianggap terberat tapi sebenarnya bisa dilalui kalau memang ada niat untuk menyelesaikannya. 

Keberadaan TV Lokal / Satelit / Berbayar (Pay TV) menjadi kemungkinan yang paling besar sebagai jalan keluar dari kendala-kendala di atas. Untuk TV lokal, media ini adalah media yang paling dekat dengan band /musisi / artist dari ranah non – mainstream tadi. “Loba barudak” atau “loba nu wawuh” bisa menjadi andalan untuk bisa bekerja sama dengan media TV Lokal. Belum kebutuhan konten dari TV -TV lokal sendiri yang memang berkisar di seputaran daerah tertentu saja. Meskipun nantinya tetap akan bertabrakan dengan kepentingan bisnis pada saat-saat tertentu. Untuk TV Satelit/Berbayar (Pay TV), seharusnya bisa menjadi lahan yang bisa diandalkan juga buat kita-kita yang bergerak di ranah indie/underground tadi. Tapi pada kenyataannya, kepentingan komersilnya masih menjadi penghalang kerjasama. Tidak bisa disalahkan, karena mereka juga butuh “cash flow” untuk tetap bisa beroperasi. Harus dicari celah untuk pemanfaatannya. Salah satu alternatif lain yang paling memungkinkan adalah siaran kanal TV berbasis internet (TV Streaming/TV Internet/WebTV/Online TV), karena merupakan platform yang secara umum mudah diakses dan bisa dibuat “tidak berbayar”. Kendala legalitas konten tetap akan menjadi hambatan awal akan tetapi bisa disiasati dan diselesaikan dengan berbagai cara. Tingkat kualitas produksi dan servis bisa disesuaikan dengan kondisi pendanaan dari si pembuat/pemilik. Intinya, kemudahan bagi para band / musisi/ artist yang membutuhkan fasilitas media untuk publikasi dan soasialisasi karya – karyanya.

 Contoh sebuah kanal TV berbasis internet yang sekarang sedang dalam tahap persiapan adalah project ROCKIN TV (www.rockin-tv.com) yang nantinya diharapkan bisa menjadi media fasilitator bagi teman – teman musisi/band dan artist, paling tidak di wilayah Bandung dan sekitarnya. Tujuan utamanya adalah memberikan peluang bagi band/musisi/artist, untuk bisa men-sosialisasikan dan mempublikasikan hasil karyanya lewat tampilan gambar hidup (motion, video clip, video art dll), tanpa harus melewati banyak proses birokrasi dan kurasi yang sulit. Target utama dari project ini adalah teman-teman yang selama ini kesulitan untuk mem-publish video hasil karya mereka, dikarenakan kendala – kendala di atas tadi, ROCKIN TV di harapkan bisa menjadi media/sarana/fasilitas yang harus bisa dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Masih ada kendala lain untuk TV berbasis internet ini seperti koneksi internet yang bagus yang harus dimiliki oleh baik pembuat/pemilik TV maupun oleh publik.  Tetapi melihat kondisi sekarang ini, masalah koneksi internet ini tampak sudah mulai membaik. Mungkin.

Seperti yang sudah banyak orang tahu, kota Bandung adalah salah satu kota besar di Indonesia yang banyak menghasilkan band/musisi/artist dengan hasil karya yang mumpuni, bahkan beberapa sudah dikenal di dunia. Akan tetapi banyak juga hasil karya yang belum dikenal samasekali, atau mungkin hanya dikenal dikalangan tertentu atau lingkungannya sendiri. Banyak band/musisi yang rajin membuat karya, diantaranya dalam bentuk visual/video klip, akan tetapi tidak punya sarana atau fasilitas yang bisa dipakai untuk publikasi lebih luas agar bisa dilihat oleh banyak orang di luar Bandung. Satu media yang paling sering digunakan adalah Youtube, yang merupakan arena video sharing terbesar saat ini. Sedikit perbedaan dengan ROCKIN TV yang mengedepankan konsep TV Streaming (bukan video sharing) adalah di sini video bisa ditayangkan dalam bentuk program acara yang sifatnya rutin/ terjadwal seperti layaknya program kanal TV musik pada umumnya.

Konten utama dari program-program acara di ROCKIN TV adalah apapun yang berkenaan dengan dunia musik dan dunia kreatif (di luar musik). Mungkin sesuai dengan filosofi nama ROCKIN TV  yang sebenarnya bukan bermaksud “mempersempit” atau “mengkotakkan” jenis musik, tetapi lebih mengambil semangat dan jiwanya saja. Meskipun secara implisit, jenis musik/aliran/genre yang akan banyak ditampilkan di ROCKIN TV adalah Rock, akan tetapi musik Rock sendiri memiliki pencabangan dan interpretasi yang sangat luas dan dalam. Pengkurasian dari sektor music director akan banyak berpengaruh di penyusunan daftar tayang video klip di setiap program acaranya.

Ada beberapa program penayangan video klip baik lokal maupun internasional yang nantinya akan tayang secara rutin/terjadwal pada jam-jam tertentu. Selain itu ada juga program non-musikal dan berbasis liputan yang akan lebih mengangkat berbagai komunitas yang ada di Bandung, baik itu komunitas musik ataupun komunitas kreatif lainnya. Sumber daya yang terlibat di dalamnya pun kebanyakan adalah mereka-mereka yang sudah lama bergiat di industri kreatif di Bandung, dan juga di ranah musik indie Bandung, yang diharapkan bisa menjembatani dan memudahkan hubungan antara ROCKIN TV dan pegiat kreatif yang membutuhkan fasilitas media ini. Targetnya adalah agar nantinya bisa menjadi fasilitas bagi teman-teman band / musisi / artist bukan hanya di Bandung tapi juga di Indonesia, bahkan di luar Indonesia.

Pada saat ini ROCKIN TV sedang dalam proses percobaan untuk sistem TV Streaming-nya. Sudah banyak video klip yang ditayangkan dalam sesi “trial & error” ini yang adalah hasil karya teman-teman band/musisi dari Bandung, Jakarta, Palembang, Bali dan kota-kota lainnya, dan hampir semuanya adalah mereka yang datang dari ranah indie / underground. Sudah tayang pula beberapa program acara liputan / wawancara denga beberapa komunitas di Bandung. Mudah-mudahan ini nantinya bisa benar-benar berkembang dan menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi perkembangan musik dan industri kreatif di Indonesia.

       
Ade 'Muir' Purnama

Bassist of:
Pure Saturday
D'Ubz Bandung
A4/Akustun Band

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.