Taring : “Kami Sebenarnya Nggak Tahu Hardcore Itu Seperti Apa”

Taring : “Kami Sebenarnya Nggak Tahu Hardcore Itu Seperti Apa”


Dalam berkarya dalam bidang musik khususnya, ada saja hal – hal disekamir kehidupan dapat diangkat untuk dijadikan sebuah permasalahan, hingga menciptakan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Seperti yang dilakukan oleh salah satu, unit Hardcore asal Bandung beberapa waktu lalu ini, Taring.
 

Kini Taring semakin memberanikan dan membuktikan bahwa mereka layak masuk dalam jajaran musik keras di tanah air, dengan mengangkat tema album yang kental dengan kritik sosial. Konsep musik Taring seakan lebih matang dibandingkan album mereka sebelumnya. Dalam albumnya yang terbaru berjudul Orkestrasi Kontra Senyap, Taring bekerja sama dengan pihak Grimloc Records dan akan merilis album terbaru mereka pada 21 oktober 2016 nanti.

Taring yang dulunya merupakan salah satu projek tertunda, kini diisi oleh komplotan 3 serangkai, Hardy (vokal), Angga (gitar), dan Gebeg (drum) yang menekankan prinsip profesionalitas maksimal untuk para pendengarnya dalam bermusik, setelah mengeluarkan E.P, album penuh Nazar Palagan, dan album penuh keduanya nanti Orkestrasi Kontra Senyap. Taring tetap tak mau kalah dibandingkan dengan band lainnya, melalui musik hardcore yang mereka lantunkan, Taring dapat lebih berekspresi dalam menyampaikan pesan – pesan dari tiap personilnya, serta pengemasan musik dari berbagai aliran pun ikut mewakili mereka dalam berkarya. Walau kini tanpa salah satu personil mereka terdahulu, bukan berarti hal tersebut membuat Taring menjadi goyah, bahkan sebaliknya, Taring akan membuktikan hal tersebut lewat semangat yang berkobar dan keganasan dari alunan genderang Hardcorenya.

Dari segi eksistensi, apa yang hingga kini membuat Taring masih bisa bertahan ?
Sebetulnya untuk eksistensi untuk sebuah band itu sangat gampang sekali, buatlah karya bisa berbentuk apapun, kayakk yang udah kami lakuin misalkan, buat lagu, rekaman, bikin album, tur terus aja seperti itu. Jadi kalo misalkan bandnya produktif, itu tidak akan menghalangi eksistensi sebuah band, kayakk sekarang aja percuma walau bandnya sudah berdiri puluhan tahun tapi albumnya itu – itu saja, dan itu bagi saya eksistensinya kurang. Eksistensi sebuah band itu adalah ditinjau sebuah karya dan seproduktif apa si band itu sendiri.

Menurut yang saya dengar, Taring berdiri dari tahun 2007 ya, dan sempat vakum berapa lama ?

Sebetulnya, berawal dari tahun 2007 itu adalah projek saya bersama Angga, dan kami berhasil mengeluarkan sebuah E.P, berisi 5 track. Akan tetapi E.P tersebut belum sempat tersebar, dan di tahun 2010 saya disibukan dengan projek band Outright, serta Angga bersama band Billfold nya, terus di awal tahun 2013 saya bertemu lagi dengan Angga dan berencana untuk kembali melanjutkan projek kami yang tertunda ini. Akhirnya di tahun yang sama pada bulan Desember, saya (Hardy) mengajak Gebeg di posisi drum dan Fery di posisi bass, dan mengganti sebuah nama yang awalnya “End Of Line” menjadi Taring.

 

Dari materi E.P terdahulunya yang belum sempat disebar, apakah memang sama sekali belum disebar atau bagaimana ?

Kalau untuk publikasi secara luas mungkin memang belum, cuma kami bagikan ke teman – teman band terdekat di Bandung. Terus, kami mengubah lirik – lirik lagu bahasa Inggris yang ada di E.P tersebut ke bahasa Indonesia dan itu 4 lagunya dimasukan ke dalam album pertama kami “Nazar Palagan”.

 

Setelah mengeluarkan E.P dan merilis album Nazar Palagan, apakah ada perbedaan dari segi konsep musik Taring ?

Sebetulnya kami mengikuti konsep musik yang ada di E.P aja dulu di album pertama kami, melanjutkan konsep pertamanya seperti ini, soalnya saya dan Angga ingin komposisi musiknya seperti E.P yang sudah kami bikin. Jadi warna musiknya tetap sama cuma pengemasan dari segi lirik saja yang berbeda. Jadi liriknya lebih memainkan musik yang menggunakan bahasa Indonesia semua gitu.

 

Kalo misalkan dari segi konsep musik Hardcore yang digunakan, sisi keunikan dari Taring dibandingkan musik Hardcore lainnya itu apa ?

Sebetulnya yang bikin uniknya itu, kami memainkan warna musik Hardcore yang tidak lazim kata orang dan saya pun mengiyakan perihal tersebut. Kenapa, karena pola – pola musik Hardcore itu sudah ada sejarahnya, misalkan seperti ini dan itu. Dan kami tidak dapat merubah, tetapi kami coba untuk membuat suatu warna musik sendiri, katakanlah buat warna musik sendiri bahwa Hardcore itu tidak mesti seperti A misalkan, dan bisa loh kami bikin seperti lainnya. Jadi biar, ada suatu warna yang berbeda dari Hardcore itu, toh Hardcore itu dapat di posisikan dengan musik yang seperti ini.

 

Dari segi lirik dalam materi Taring, bercerita tentang apa saja ?

Lirik dalam lagu – lagu Taring, sangat dekat dengan kritik sosial dan kehidupan sehari – hari yang kami rasakan, Itu semua dituangkan dalam sebuah lirik. Jadi, masih tetap bergulat di kondisi sekitar kami aja sih, kami kembangkan lagi dan kami ubah dalam sebuah karya, kami tidak bisa menuliskan lirik itu berbohong, berbohong dalam arti kata saya tidak bisa menulis lirik jikalau hal tersebut belum pernah saya rasakan, jadi secara realita yang saya rasakan aja gitu, dan saya tipikal orang yang tidak bisa dipaksakan kalau itu bukan saya.

 

Apakah Taring setiap kali manggung, harus selalu menggunakan baju berukuran besar dan celana pendek ¾ gak sih ?

Hahaha. . . . kalau dari segi penampilan sih itu, tergantung orangnya masing – masing. Dan saya tidak terlalu mempermasalahkan dengan hal itu, yang penting kalau disaat kami tampil di hadapan teman – teman pecinta musik, Taring berusaha setiap manggung menampilkan sesuatu yang berbeda. Karena, untuk membeli suatu tiket konser, sudah cukup mahal jadi katakanlah si penonton itu rela mengeluarkan uangnya, datang ke acara itu, bukan hanya sekedar itu saja. Intinya kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda di setiap penampilan kami, karena itu adalah tugas kami sebagai musisi, biar tidak terlihat biasa saja.

 

Tapi apakah sempat melakukan eksperimen, dalam penampilan kalian, misalkan memakai piyama ?

Kalau seperti itu, mungkin kami akan menyesuaikan dengan acara yang kami main kali ya. Seperti misalnya, Taring nanti diundang ke acara Hellowen. Masa kami, pakai dengan tampilan yang aneh – aneh diluar konteks tersebut gitu, atau di undang di acara pensi SMA misalnya, ya kami mungkin bisa pakai seragam SMA saat manggung. Tapi untuk konser – konser Taring biasa, kami pakai keseharian kami aja.

 

Sejauh ini, setiap kali manggung apakah kalian memilih – milih acara tertentu ?

Justru, untuk acara kami tidak pilih – pilih akan bermain dimana. Karena menurut kami ngapain juga pilih – pilih tempat untuk bermain musik, toh kami udah merasa dihargai diundang ke acara tersebut. Dan kami pasti akan menampilkan performa terbaik di acara tersebut.

 

Apakah Taring sudah merasa 100% Hardcore ?

Karena Hardcore menurut saya (Hardy) itu bukan dari segi tampilan, atau musik. Tapi Hardcore yang sesungguhnya itu yang bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari, bagaimana cara kami menanggapi sesuatu, bagaimana cara kami melawan hidup, bagaimana cara kami menyelesaikan suatu permasalahan dan bagaimana cara kami memegang sebuah prinsip. Kurang lebih seperti itu pandangan saya (Hardy) terhadap Hardcore.

 

Untuk album terbarunya, apa yang membuat orang harus memiliki album Orkestrasi Kontra Senyap dari Taring sendiri ?

Kenapa, Mungkin di album kedua Taring ini, kami menyuguhkan sesuatu yang sangat berbeda dalam segi musik tentunya. Dari segi musik, kami lebih bereksperimen disitu, mungkin menurut saya (Hardy), di album kedua ini akan lebih progresif. Dan jikan penasaran bisa langsung membeli album terbaru kami ini.

 

Apakah ada penambahan unsur genre berbeda di album terbaru ini ?

Taring itu sebenarnya adalah komposisi dari berbagai macam aliran musik, kami memainkan doom terus kami memainkan thrash punk, sedikit groove, dan juga ada sedikit unsur jazz. Jadi, semua unsur musik kami masukan dan kami komposisikan di album terbaru Taring ini. Cuma kami balik lagi pada personalnya masing – masing, dari gitar, bass, dan drum bisa memainkan pola – pola yang tidak biasanya dan tidak lazim kami tuangkan ke dalam materi lagu gitu. Dan menurut kami, ketika kami mencoba untuk berbeda itu tidak salah, karena perbedaan itu menurut kami adalah suatu hal yang sangat luar biasa sekali.

 

Kenapa memilih judul album Orkestrasi Kontra Senyap sebagai album terbaru ?

Biar sedikit berbeda, jadi orang mungkin sedikit penasaran gitu.  Kan biasanya, di suatu band itu bikin judul album itu ada di daftar lagunya, cuma kami pengen sedikit yang berbeda lah di album kedua ini dibandingkan album band lainnya. Sebetulnya isinya itu kayak misalkan, anda suka menulis, anda suka membaca, kalau kami tidak menuangkan dan anda tidak membuat sebuah karya. Itu adalah hal yang sia – sia, maka dari itu kata – kata, adalah senjata yang paling menyakitkan, senjata yang paling ampuh di dunia itu adalah kata- kata. Meskipun, mulut sudah hilang fungsinya, tapi kata- kata akan mengeluarkan isi hatinya, kurang lebih seperti itu.

 

Memilih artwork foto sebagai sampul album, kenapa ?

Sebetulnya, dari segi kover album kami menyesuaikan dengan materi dalam album ini ya. Nah, pasti akan terlihat biasa saja, ketika musiknya seperti ini disamakan dengan yang album pertama gitu. Pokoknya kami di album yang kedua ini, kami bikin segar gitu dan bikin suatu hal yang berbeda banget gitu dibandingkan album kami yang pertama. Dan pesan khusus dalam album terbaru, pasti ada yang selalu disampaikan.

 

Apakah keluarnya salah satu personil terdahulu kalian, apakah sempat membuat semangat berkarya Taring mengendur ?

Oke, keluarnya masuknya personil itu mungkin hal yang biasa ya, dalam sebuah band. Jadi, kalau misalkan kami ditinggalkan, terus semangat mengendur itu menurut saya (Hardy), buat apa kami bertahan dan berjuang sejauh ini. Justru, dengan tidak adanya ditinggalkan salah satu personil itu kami harus lebih dan lebih lagi dari segi musikalitas, performa, menyelesaikan masalah di dalam suatu band, dan kami harus lebih kompak lagi gitu. Ya, kalo menurut saya tidak jadi suatu masalah besar sih kalo ditinggalkan sama satu personil itu. Yang jadi masalah itu, apakah kami akan terus bertahan.

 

Apa Harapan Taring kedepannya lewat album terbaru ini ?

Harapannya sih, gak muluk – muluk ya. Kami bisa bikin dan terus berkarya lagi dan bisa bikin album – album selanjutnya, seperti itu aja.

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.