Reportase Alternatif Menggugat: Cupumanik Meneruskan Semangat Grunge Indonesia

Reportase Alternatif Menggugat: Cupumanik Meneruskan Semangat Grunge Indonesia


Kolaborasi tersebut merupakan judul album antara keduanya antara Jalur Alternatif ­(Ello) dan Menggugat (Cupumanik) dengan satu semangat untuk membangkitkan gairah musik grunge di Indonesia

Di sepanjang tahun 1990-an, berbagai musik dengan kemasan yang baru nan unik perlahan hadir dan secara tak langsung menjadi sebuah referensi hingga kini bagi beberapa musisi Indonesia. Salah satunya adalah sebuah gebrakan yang dinamakan dengan grunge, yang merupakan sebuah istilah penyebutan untuk beberapa musik alternatif, yang di prakarsai oleh beberapa musisi terkenal dari Seattle. Amerika.

Istilah yang juga merupakan sebuah gerakan kebudayaan grunge, kini masih lantang diperdengarkan lewat karya-karya para musisi lokal. Salah satunya band yang kerap menanamkan berbagai makna dalam penggalan lirik dan musikalitasnya dalam ranah grunge yaitu Cupumanik. Band asal kota Bandung yang terbentuk pada tahun 1990-an hingga kini masih eksis dan kian aktif meneruskan gerakan-gerakan musik grunge di Indonesia.

Hal itu terlihat dari gigs bertajuk Alternatif Menggugat yang dihela di IFI Bandung, Rabu, 28 Desember 2016 lalu. Semangat musik alternatif yang tertuang lewat beberapa lagu mereka seperti “Maha Rencana”, “Aib”, “Aksara Alam”, “Grunge Harga Mati”, “PBB (Perserikatan Bangsat Bangsat)”, “Omong Kosong Darah Biru”, “Siklus Waktu”, dan “Syair Manunggal” adalah semua representasi mereka terhadap kehidupan yang dirasakan oleh tiap personilnya. Musik Grunge yang keras, padat, dan menghentak seolah melanjutkan apa yang mereka ciptakan lewat karya musiknya. Bermusik yang tak hanya sekedar mencari kesenangan semata, juga sekaligus ikut menyuarakan pesan dan semangat sosial pun turut dilantunkan oleh Cupumanik bersama beberapa rekannya, salah satunya lewat kolaborasi dengan seorang musisi Marcello Tahitoe (Ello).

Kolaborasi tersebut merupakan judul album antara keduanya antara Jalur Alternatif ­(Ello) dan Menggugat (Cupumanik) dengan satu semangat untuk membangkitkan gairah musik grunge di Indonesia. Tak hanya dengan Ello saja, Cupumanik juga sempat berkolaborasi dengan mantan sang penggebuk band metalcore Burgerkill, yaitu ‘Abah’ Andris, dan juga sang gitarisnya Agung ‘Hellfrog’. Berbagai musik Cupumanik yang kian bersemangat hingga kini, kesemua itu adalah hasil racikan dari personilnya yang terdiri dari Che (Vocals), SQ (Guitar), Iyak (Bass), dan Doni (Drum). Setelah merilis video klip terbarunya yang berjudul “Syair Manunggal” beberapa waktu lalu, Cupumanik nantinya akan menghadirkan tetap berkarya dengan meneruskan semangat musik grunge dalam musikalitasnya.

Foto : ArdlyldrA

COMMENTS

You must be logged in to comment.

RELATED NEWS

Website ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang berusia 18 tahun ke atas.